Advertisement

BI Perketat Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Global

Newswire
Rabu, 21 Januari 2026 - 16:17 WIB
Maya Herawati
BI Perketat Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Global Kantor Bank Indonesia. / Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Guncangan pasar keuangan global yang memicu arus keluar modal asing kian menekan pergerakan rupiah, mendorong bank sentral memperkuat instrumen stabilisasi demi menjaga kepercayaan pasar dan arah inflasi nasional. Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo seusai konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Bank Indonesia (BI) menempuh dan meningkatkan intensitas langkah-langkah stabilisasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar non-delivery forward (NDF) baik di offshore maupun onshore domestik non-delivery forward (DNDF) serta di pasar spot.

Advertisement

“Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada 2026,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu, (21/1/2025).

Perry menegaskan, kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat agar rupiah tetap terlindungi dari dampak peningkatan ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar keuangan domestik.

Data Bank Indonesia mencatat, nilai tukar rupiah pada 20 Januari 2026 berada di level Rp16.945 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 1,53 persen secara point to point (ptp) dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

Menurut Perry, pelemahan tersebut dipicu oleh aliran keluar modal asing seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global yang membuat investor cenderung mengalihkan dananya ke aset aman.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan valuta asing (valas) oleh perbankan dan korporasi domestik, sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus bergerak, turut memberi tekanan tambahan terhadap kinerja rupiah.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, sekaligus memperkuat strategi operasi moneter pro-market agar mekanisme pasar tetap berjalan efektif.

“Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan yang menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kotak Mirip Pocong Gegerkan Warga Kulonprogo, Polisi: Bukan Bayi

Kotak Mirip Pocong Gegerkan Warga Kulonprogo, Polisi: Bukan Bayi

Kulonprogo
| Rabu, 21 Januari 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement