Advertisement
Bulog DIY Bidik Serap 100.000 Ton Gabah Saat Panen Raya 2026
Panen padi / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta memproyeksikan puncak panen raya padi di wilayah DIY akan berlangsung pada Maret hingga April 2026, dengan target serapan gabah mencapai 100.000 ton selama periode tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa pada momentum panen raya itu Bulog memperkirakan mampu menyerap sekitar 50.000 ton gabah per bulan dari petani, sehingga total serapan selama dua bulan diproyeksikan menembus angka 100.000 ton.
Advertisement
“Diprediksi dapat menyerap 50.000 ton per bulan, atau 100.000 ton pada bulan Maret sampai dengan April,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, target penyerapan gabah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta pada 2026, termasuk wilayah kerja Cabang Magelang dan Banyumas, ditetapkan sebesar 195.000 ton gabah setara beras. Angka tersebut meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar 153.000 ton.
BACA JUGA
Pada 2025, Bulog Kanwil Yogyakarta mencatat realisasi penyerapan gabah mencapai 156.000 ton atau sekitar 101 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menjadi modal optimisme untuk mengejar target yang lebih tinggi pada tahun ini.
Untuk memastikan target serapan gabah tercapai, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain TNI Angkatan Darat, Polri, Dinas Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Selain itu, Bulog juga melakukan pendekatan intensif dengan pemilik usaha penggilingan padi dan Gapoktan agar dapat memasok gabah dan beras ke Bulog, sekaligus menjadi mitra makloon dalam proses pengolahan gabah menjadi beras.
“Selain itu, Bulog juga melayani penjemputan gabah setiap hari, termasuk pada saat hari libur,” ucap Dedi.
Dalam upaya mengejar target penyerapan gabah tersebut, Dedi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sarana pascapanen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bulog menjalin kerja sama dengan penggilingan dan Gapoktan yang telah memiliki fasilitas pascapanen seperti mesin pengering (dryer) dan unit penggilingan.
Ia berharap target penyerapan gabah tahun ini dapat tercapai seperti tahun sebelumnya. “Tahun lalu alhamdulillah tercapai, mudah-mudahan tahun ini juga seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Minggu 1 Februari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Setelah Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Ikut Mengundurkan Diri
- KAI Daop 6 Jogja Catat Lonjakan Angkutan Barang 23 Persen
- Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Rp89.000 per Gram
- Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis Rp260 Ribu, Cek Daftar Harga
- Harga Emas Dunia Turun Awur-awuran, Koreksi Tertinggi dalam 4 Dekade
- Bapanas Catat Penurunan Harga Cabai dan Bawang, Daging Sapi Naik
- Kepemimpinan OJK-BEI Berubah, Pasar Butuh Kepastian
Advertisement
Advertisement



