Advertisement

BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran

Anisatul Umah
Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:37 WIB
Sunartono
BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) menebar optimisme terhadap performa ekonomi Bumi Mataram dengan memproyeksikan pertumbuhan pada triwulan I 2026 akan lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan IV 2025.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, mengungkapkan bahwa akumulasi kekuatan ekonomi di awal tahun ini dipicu oleh perpaduan antara kenaikan konsumsi rumah tangga, implementasi Upah Minimum Provinsi (UMP) terbaru, hingga pencairan gaji ke-13.

Advertisement

Lonjakan mobilitas masyarakat yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H menjadi mesin utama penggerak aktivitas finansial di wilayah Yogyakarta.

Daya beli masyarakat di triwulan I 2026 diperkirakan melampaui angka 5,94% (year-on-year/yoy) yang sempat tercatat pada pengujung tahun lalu.

Hermanto menjelaskan bahwa sektor akomodasi serta makan dan minum (Akmamin) menjadi lapangan usaha yang paling diuntungkan seiring dengan membludaknya kunjungan wisatawan dan pemudik.

Kondisi ini secara otomatis memicu akselerasi pada industri pengolahan pangan untuk memenuhi kebutuhan stok Lebaran, yang kemudian diikuti oleh geliat sektor perdagangan di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional DIY.

Selain sektor konsumsi, geliat ekonomi juga ditopang oleh percepatan proyek konstruksi fisik yang mulai digeber pemerintah sejak awal tahun. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada periode ini turut menjadi stimulus tambahan yang memperkuat struktur pertumbuhan dari sisi pengeluaran masyarakat.

Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan tren positif karena memasuki masa panen raya, sehingga kontribusi sektor primer ini semakin melengkapi diversitas pertumbuhan ekonomi DIY dari triwulan sebelumnya.

Meski demikian, terdapat beberapa faktor penghambat yang perlu diwaspadai, seperti tingginya angka impor bahan baku serta ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengerem minat konsumsi warga.

Pandangan sedikit berbeda datang dari Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, yang menilai pertumbuhan secara kuartalan (quarter-to-quarter) mungkin akan menunjukkan pergerakan yang sangat tipis.

Menurutnya, meskipun Lebaran menjadi pendorong kuat, namun optimalisasi belanja pemerintah melalui APBN dan APBD biasanya baru akan terlihat masif saat memasuki akhir semester I atau awal semester II mendatang.

Susilo menambahkan bahwa realisasi belanja negara cenderung menumpuk di paruh kedua tahun hingga bulan November, sehingga pada awal tahun tumpuan ekonomi murni berada pada konsumsi masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan terus menjaga stabilitas harga pangan selama periode puncak Lebaran agar inflasi tidak menggerus daya beli yang sedang tumbuh.

Sinergi antara pemangku kebijakan dan pelaku usaha menjadi kunci agar momentum pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 di DIY tetap berada di jalur positif di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh

Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh

Sleman
| Sabtu, 28 Maret 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement