Advertisement
Volume Penumpang KAI Daop 6 Jogja Tumbuh 8 Persen di Triwulan I
Penumpang saat akan naik KRL Jogja Solo di Stasiun Lempuyangan. - Harian Jogja / Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta mencatat total volume penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) triwulan I 2026 sebanyak 3.305.877 penumpang, naik 8% dibandingkan triwulan I 2025 sebanyak 3.051.938 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif, wujud kepercayaan masyarakat kepada KA terus meningkat. KAI Daop 6 akan terus menjaga kepercayaan ini dan berkomitmen menjadi pilihan transportasi yang terus mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, serta kemudahan dalam mengakses pelayanan.
Advertisement
Menurutnya, peningkatan ini juga tidak lepas dari berbagai momentum aktivitas masyarakat, seperti hari besar keagamaan termasuk mobilitas kerja, pendidikan, libur long weekend, serta perjalanan wisata.
"Mengalami peningkatan signifikan, terutama pada bulan Maret yang mencatat volume tertinggi selama triwulan 2026," ujar Feni dikutip Jumat (10/4/2026)
BACA JUGA
Berikut enam stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada triwulan I 2026:
1. Stasiun Yogyakarta: 754.227 penumpang
2. Stasiun Lempuyangan: 348.634 penumpang
3. Stasiun Solo Balapan: 291.411 penumpang
4. Stasiun Klaten: 95.232 penumpang
5. Stasiun Purwosari: 70.474 penumpang
6. Stasiun Wates: 45.503 penumpang
Berikut 6 stasiun dengan volume kedatangan tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada triwulan I 2026:
1. Stasiun Yogyakarta: 731.033 penumpang
2. Stasiun Lempuyangan: 345.098 penumpang
3. Stasiun Solo Balapan: 313.987 penumpang
4. Stasiun Klaten: 89.565 penumpang
5. Stasiun Purwosari: 70.192 penumpang
6. Stasiun Wates: 44.686 penumpang
Feni menyampaikan, data ini menunjukkan bahwa Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan masih menjadi stasiun tersibuk. Hal ini disebabkan karena dua stasiun ini menjadi simpul integritas transportasi dan salah satu pusat kesibukan mobilitas penumpang di wilayah Daop 6, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
"Stasiun lainnya seperti Solo Balapan, Klaten, Purwosari, dan Wates juga terus menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam mendukung distribusi penumpang di wilayah Daop 6," tuturnya.
Sejumlah KA keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta yang menjadi favorit pelanggan pada triwulan I 2026:
- KA Senja Utama Solo (Solo Balapan-Pasar Senen)
- KA Mataram (Solo Balapan-Pasar Senen)
- KA Lodaya (Solo Balapan-Bandung)
- KA Senja Utama Yogyakarta (Yogyakarta-Pasarsenen)
- KA Fajar Utama Yogyakarta (Yogyakarta-Pasarsenen)
- KA Joglosemarkerto (Solo Balapan-Yogyakarta-Purwokerto-Semarang Tawang-Solo Balapan)
- KA Progo (Lempuyangan-Pasar Senen)
- KA Sri Tanjung (Lempuyangan-Surabaya Gubeng-Ketapang)
- KA Bengawan (Purwosari-Pasarsenen)
Ia mengklaim apaian positif ini merupakan hasil dari sinergi lintas unit di KAI Daop 6 dalam meningkatkan kualitas kinerja secara menyeluruh. Khususnya dalam menjaga keselamatan, peningkatan sarana dan prasarana, pengendalian operasional, peningkatan fasilitas penunjang, hingga kemudahan dalam proses pemesanan tiket.
KAI Daop 6, kata Feni, akan terus melakukan inovasi layanan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis.
"Ke depan, KAI Daop 6 akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan secara berkelanjutan dan mendukung konektivitas antar wilayah," lanjutnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat terjadi penurunan penumpang KA di DIY pada Februari 2026 secara bulanan. Data ini mencakup penumpang jarak jauh dan dekat yang berangkat maupun tiba di Stasiun Wates, Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, dan YIA.
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan keberangkatan turun 19,85% dibandingkan Januari 2026, namun secara tahunan masih tumbuh positif sebesar 1,79% dibandingkan Februari 2025. Ia menjelaskan, penurunan bulanan ini merupakan hal yang lazim terjadi setelah periode libur panjang Januari, ketika volume perjalanan kembali ke level normal.
Sementara pada sisi kedatangan, penumpang yang tiba di stasiun-stasiun di DIY turun 17,98% secara bulanan. Secara tahunan turun 1,20% dibandingkan Februari 2025.
"Perbedaan kecil antara kinerja tahunan keberangkatan dan kedatangan ini mencerminkan dinamika arus penumpang yang sedikit berbeda di dua arah, kemungkinan dipengaruhi oleh pola perjalanan komuter dan wisatawan yang tidak selalu simetris," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam Sabtu 11 April Naik Tipis, Cek di Sini
- Konflik Timur Tengah Mereda, Wall Street Kompak Parkir di Zona Hijau
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
Advertisement
Penarikan Tarif Masuk Pantai Dikeluhkan, Ini Respons Bupati Gunungkidu
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Transformasi Digital JNE Berbuah Penghargaan Nasional
- Importir dan Distributor Diawasi Ketat untuk Jaga Harga Kedelai
- Rupiah Tertahan Tekanan Global, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
- Pakar UMY: Konflik Global Tekan Ekspor, Industri Manufaktur Terancam
- Volume Penumpang KAI Daop 6 Jogja Tumbuh 8 Persen di Triwulan I
- Harga Emas Antam Sabtu 11 April Naik Tipis, Cek di Sini
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp83 Ribu Hari Ini
Advertisement
Advertisement






