FEATURE: 2,5 Jam Menanti demi Sepur Anyar

FEATURE: 2,5 Jam Menanti demi Sepur AnyarPeresmian operasional sepur Solo Ekspres. - JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan
18 Mei 2018 10:25 WIB Hijriyah Al Wakhidah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pengoperasian kereta api Solo Ekspres, sepur anyar dengan rute persis Prambanan Ekspres (Prameks) mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Angkutan umum selalu menjadi pilihan utama Ilham Aditya, 17, remaja asal Nganjuk, Jawa Timur, untuk bepergian ke ke berbagai kota. Kamis (17/5/2018) dini hari dia naik bus dari Nganjuk menuju Solo. Tiba di Solo pukul 04.00 WIB dia pun lantas menuju Stasiun Solo Balapan untuk berganti moda kereta api.

Dia tidak melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Jogja lantaran sudah mendapatkan informasi adanya peresmian Solo Ekspres yang merupakan kereta rel diesel elektrik (KRDE) dengan layanan dan fasilitas sekelas kereta eksekutif.

“Belum lagi tiketnya gratis,” kata Ilham saat berbincang dengan JIBI di dalam gerbong Solo Ekspres jurusan Solo-Jogja-Kutoarjo, kemarin.

Jadi dari pukul 04.00 WIB, dia sudah menunggu di Stasiun Balapan sebelum loket tiket dibuka pukul 06.00 WIB.

“Begitu loket buka, saya pun ditawari Solo Ekspres gratis.”

Ilham pun dengan senang hati mengiyakan tawaran meskipun harus menunggu 2,5 jam karena perjalanan pertama dari Solo pukul 08.40 WIB,

Beberapa perjalanan Prameks dengan jadwal lebih pagi pun rela dia lewati. Solo Ekspres, bagi Ilham lebih nyaman dibandingkan dengan naik Sancaka yang lebih sering dia tumpangi saat bolak-balik Nganjuk-Jogja.

“Seluruh fasilitasnya standar kereta eksekutif, sebenarnya kereta seperti ini sudah ada di Mojokerto-Sidoarjo, namanya Jenggala, tapi saya jarang naik, baru pernah sekali.”

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan Solo Ekspres rute Solo-Jogja-Kutoarjo dan membuka program tiket gratis selama empat hari. Tiap perjalanan, tiket gratis dibatasi 200 tiket. Solo Ekspres adalah kereta bandara yang akan melayani rute Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali hingga Stasiun Balapan. Namun, rute bandara-Balapan belum siap sehingga untuk sementara dioperasikan untuk rute Solo-Jogja-Kutoarjo.

Warga Bantul, Yuli, 45, yang sering naik Prameks merasa beruntung bisa mendapatkan tiket gratis pulang ke Jogja, setelah dia dan empat anggota keluarganya kehabisan tiket Prameks untuk perjalanan pagi.

“Biasanya kalau kehabisan tiket, kami pakai kereta jarak jauh, Solo-Jogja harga tiketnya bisa sampai Rp50.000 per penumpang. Hari ini senang sekali bisa gratis, kalau pun beli tiket Rp30.000 itu masih lebih murah dibandingkan pakai kereta terusan,” ujar Yuli.

Penumpang lainnya, Vina, 37, mengatakan selain fasilitas yang sekelas kereta eksekutif, Solo Ekspres telah memenuhi standar pengamanan dan keselamatan penumpang. Salah satu contohnya adalah adanya pemberitahuan pintu kereta akan dibuka atau ditutup.

“Kalau Prameks kan enggak ada pemberitahuan. Pernah saya satu gerbong dengan penumpang yang anaknya kejepit pintu karena tahu-tahu pintunya menutup. Orang tua itu harus berusaha keras menahan pintu agar berhenti menutup,” ujar dia.

Yuli dan Vina berharap layanan kereta semacam Solo Ekspres ditambah dan terus dipertahankan sebagai alternatif transportasi umum untuk Solo-Jogja.

“Selain bersih, ada pendingin ruangan, kaca gerbong juga lebih lebar jadi di dalam ruang juga tidak terkesan sumpek. Belum lagi ada layar TV yang tayangannya bisa dinikmati penumpang.”

Penumpang asal Kutoarjo, Tyas, 26, yang hendak bertolak ke Solo berpendapat Solo Ekspres bakal jadi pilihan utama jika hendak ke Solo. “Selain lebih nyaman dari Prameks, kereta ini juga jauh lebih nyaman ketimbang armada bus karena saya juga sering naik bus dari Kutoarjo ke Solo.” Dengan bus, waktu perjalanan paling cepat lima jam.

Mahal tapi Nyaman

Pada peresmian Solo Ekspres, PT KAI tidak hanya mengajak awak media menjajal kereta hijau itu ke Kutoarjo. Puluhan komunitas pencinta kereta api pun turut serta.

Operasional Solo Ekspres diresmikan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, serta Komisaris PT KAI Suhono Harso Supangkat.

Solo-Kutoarjo butuh waktu perjalanan dua jam, begitu juga sebaliknya. Untuk saat ini, Solo Ekspres melayani dua perjalanan pulang pergi Solo-Kutoarjo setiap hari.

Suhono mengatakan operasional Solo Ekspres mengambil momen yang cukup tepat yakni awal Ramadan dan menjelang Lebaran, ketika masyarakat membutuhkan sarana yang nyaman untuk bepergian.

Suhono mengakui kapasitas Solo Ekspres masih terbatas karena kereta empat gerbong itu hanya memiliki 200 kursi.

“Namun ini akan kami tingkatkan sesuai kemampuan pengadaan armada kami. Memang kebutuhan angkutan penumpang begitu luar biasa untuk mengurangi kemacetean dan kecelakaan di jalan. Banyak masyarakat yang berharap kereta api dan kereta listrik bisa dikembangkan lagi sebagai salah satu moda pilihan.”

PT KAI telah menentukan tarif Solo Ekspres, yakni Rp30.000 untuk Solo-Jogja dan Rp40.000 untuk Solo-Kutoarjo. Namun, khusus untuk perjalanan sepur ini pada masa angkutan Lebaran yakni 5-26 Juni, PT KAI akan mengenakan tarif Rp60.000 untuk Solo-Kutoarjo dan Rp45.000 untuk Solo-Jogja dan Jogja-Kutoarjo.

Perbedaan tarif yang cukup jauh antara Prameks yang hanya Rp8.000 per penumpang dengan Solo Ekspress menjadi topik hangat yang diperbincangkan dalam peresmian kemarin. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri memastikan Solo Ekspres masih dalam tahap pembentukan pasar sehingga masih ada peluang tarif tersebut berubah.

Sumber : JIBI/Solopos