Penetrasi Internet Bagi Subsektor Ekraf Masih Rendah

Penetrasi Internet Bagi Subsektor Ekraf Masih RendahIlustrasi belanja online - Bisnis.com
13 Juli 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penetrasi Internet untuk dimanfaatkan sebagai pendukung usaha kreatif masih rendah. Terutama pemanfaatannya untuk pelaku ekonomi kreatif di subsektor kuliner, fesyen dan kriya.

 

Hal itu diungkapkan Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf Wawan Rusiawan belum lama ini. Wawan menuturkan rendahnya pentrasi teknologi Internet untuk dunia usaha ini dialami di hampir seluruh daerah. 

"Mungkin bagi pelaku ekonomi kreatif di bidang game dan animasi, pemanfaatan teknologi informasi sangat mudah diakses. Namun bagi ketiga subsektor [kuliner, fesyen dan kriya], hal itu masih menjadi kendala," ujar Wawan. 

Wawan menambahkan dari 172.230 pelaku ekonomi kreatif di DIY (lihat grafis), baru sekitar 500 pelaku usaha yang telah mendaftarkan diri menjadi anggota dari Bekraf. Banyaknya pelaku usaha yang belum tergabung dalam database Bekraf Information System in Mobile Application (BISMA), karena terkendala oleh rendahnya kemampuan akan pemanfaatan teknologi. 

Lebih lanjut Wawan memaparkan rendahnya literasi teknologi membuat para pelaku ekonomi kreatif ini kesulitan untuk mendaftar menjadi anggota BISMA. Padahal tiga subsektor tersebut merupakan yang paling dominan dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Bekraf. 

"Makanya kami sering membantu mereka untuk mendaftarkan diri. Karena untuk pendaftaran kami sudah memanfaatkan platform digital," ucap Wawan. 

Banyaknya jumlah pelaku usaha ekonimi kreatif di tiap subsektor memperlihatkan potensi yang besar untuk pengembangan bisnis ini. Karena itu Bekraf akan selalu berkoordinasi dan memfasilitasi agar terjadi kolaborasi antar pelaku kreatif.