Advertisement
Rupiah Memimpin Pelemahan di Sejumlah Mata Uang Asia
Ilustrasi emas dan dolar. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (18/9/2018). Kondisi ini sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
IHSG melemah 0,50% atau 28,93 poin ke level 5.795,33 pada akhir sesi I. Padahal, indeks sempat bergerak positif dan naik ke kisaran level 5.840 setelah dibuka turun 0,10% atau 5,54 poin di level 5.818,72 pagi tadi.
Advertisement
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.781,29 – 5.844,95. Adapun pada perdagangan Senin (17/9), IHSG berakhir merosot 1,80% atau 107,02 poin di posisi 5.824,26.
Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 118 saham menguat, 214 saham melemah, dan 268 saham stagnan dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.
Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di teritori negatif dengan tekanan utama sektor konsumer (-1,53%) dan properti (-0,87%). Adapun sektor aneka industri dan infrastruktur masing-masing naik 1,60% dan 0,27%.
Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau lanjut melemah 54 poin atau 0,36% ke level Rp14.934 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 73 poin atau 0,49% di level Rp14.880 per dolar AS pada Senin (17/9).
Rupiah bahkan memimpin pelemahan di antara sejumlah mata uang Asia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tensi perang dagang dengan Tiongkok melalui pernyataannya pada Senin (17/9) waktu setempat.
Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif 10% pada barang-barang Tiongkok senilai sekitar US$200 miliar mulai 24 September serta akan segera melancarkan tarif lebih lanjut terhadap impor tambahan China senilai sekitar US$267 miliar jika pemerintah China melakukan pembalasan.
Bank Indonesia melihat pelemahan rupiah hari ini sebagai efek eksternal akibat risiko perang dagang antara Tiongkok dan AS. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengungkapkan bank sentral akan tetap berada di pasar dengan melakukan intervensi yang terukur.
"Mudah-mudahan tekanannya tidak terlalu besar. Itu adalah salah satu risiko eksternal yang kami lihat dan itu juga kena ke currency di emerging markets," ungkapnya, seperti dilansir Bisnis.com.
Bersama rupiah, beberapa mata uang emerging market ikut melemah. Nilai tukar lira Turki melemah 0,18% ke level 6,3246 per dolar AS, sedangkan rand Afrika Selatan turun 0,18% ke posisi 14,9438 pada pukul 12.25 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Penjualan Tiket KA Lebaran Daop 6 Jogja Tembus 272 Ribu
- Update Harga Emas 7 Maret 2026: Antam Melonjak, UBS dan Galeri24 Turun
- Kunjungan Wisman ke Yogyakarta via Bandara YIA Turun pada Januari 2026
- Antisipasi Harga Minyak Melonjak, Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk
- Stok Beras Nasional Aman 324 Hari ke Depan
- Pemerintah Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026
- Strategi Bijak Kelola Dana THR agar Tabungan Tetap Aman
Advertisement
Advertisement







