Transaksi Emas Normal, Kredit Motor Meningkat

Transaksi Emas Normal, Kredit Motor MeningkatIlustrasi pegadaian. - Bisnis Indonesia
07 November 2018 08:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jelang akhir tahun, transaksi tabungan maupun kredit emas di pagadaian tergolong masih normal. Peningkatan justru terjadi pada permintaan kredit motor.

Pimpinan Cabang PT Pegadaian Lempuyangan, Haris Ma’wa mengakui transaksi emas baik berupa tabungan ataupun kredit sempat meningkat drastis saat nilai tukar dolar menguat beberapa waktu yang lalu. Harga emas pun juga meningkat karena mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif. Sebab hingga kini logam mulia, termasuk emas masih dianggap sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

“Namun sekarang sudah tidak seramai kemarin lagi. Meski tidak bisa jelas dihitung tetapi enggak banyak yang nabung atau kredit. Padahal kami sedang ada promo untuk kredit emas,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (6/11).

Haris menyebut transaksi emas tak terpengaruh momen akhir tahun. Emas lebih terpengaruh pada kondisi global dan juga pertimbangan personal. Selain itu, penguatan harga emas ukuran kecil yang biasanya menjadi patokan mengindikasikan adanya risiko investasi yang meningkat. Beberapa faktor yang memengaruhi risiko investasi emas di antaranya nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Berbeda dengan kredit motor yang terpengaruh oleh momen akhir tahun. Menurut Haris, peningkatan permintaan akan kredit motor sudah terlihat sejak November ini. Ia menengarai peningkatan ini salah satunya dipengaruhi momen liburan di akhir tahun. Masyarakat biasanya membutuhkan kendaraan baru untuk berlibur, baik motor maupun mobil.