Pertumbuhan Bisnis Asuransi Syariah Didorong Pemain Baru

Pertumbuhan Bisnis Asuransi Syariah Didorong Pemain BaruPresiden Direktur PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Toni EB Subari (kanan) berbincang dengan pegawai frontliners yang menjadi garda depan layanan kepada nasabah saat peluncuran seragam baru di Jakarta, Kamis (8/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
09 November 2018 11:10 WIB Leo Dwi Jatmiko Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pertumbuhan kontribusi atau premi bruto industri asuransi jiwa syariah pada kuartal III/2018 ditopang oleh masuknya pemain baru yakni unit usaha syariah PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia dan PT Capital Life Syariah.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, perolehan kontribusi bruto asuransi jiwa syariah per Agustus 2018 mencapai Rp7,01 triliun, tumbuh 20,34% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,83 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Ahmad Sya'roni mengatakan, peningkatan premi terjadi karena masuknya kedua pemain baru tersebut, yang menyumbang cukup signifikan terhadap total perolehan premi secara industri.

“Keduanya memperoleh pendapatan kontribusi yang signifikan sehingga mendongkrak pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah,” katanya kepada Bisnis, Selasa (11/6).

Capital Life Syariah mencatatkan kontribusi sebesar Rp965,9 miliar pada Agustus 2018, angka ini melonjak 8226,7% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,6 miliar.

Direktur Utama Capital Life Syariah Fitri Hartati meyakini bahwa pertumbuhan kontribusi masih terus berkembang hingga akhir tahun. Produk yang inovatif dan pelayanan prima, lanjutnya, menjadi kunci meroketnya pertumbuhan kontribusi perseroan.

"Produk inovatif, service, branding yang mulai dikenal, sister company dengan Bank Capital Indonesia," kata Fitri.

Meski telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan,Fitri menerangkan angka ini masih dibawah target kontribusi yang ditetapkan pemegang saham sebesar Rp1,25 triliun. Dirinya optimistis mampu mencapai target yang ditetapkan hingga akhir tahun ini.

Chief of Marketing & Customer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama belum dapat menyebutkan jumlah kontribusi perusahaan pada Agustus 2018 karena belum diaudit. Meski demikian, Vivin memastikan pertumbuhan produk syariah di Generali Indonesia melebihi ekspektasi.

Selain karena didorong oleh kebutuhan, pertumbuhan kontribusi juga disebabkan oleh gaya hidup masyarakat. “Pertumbuhan bisnis syariah juga banyak didorong oleh tren dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin syariah,” kata Vivin.

Dalam meningkatkan pendapatan kontribusi, Generali Indonesia menggalakkan pemasaran produk berjenis wakaf karena kesadaran masyarakat untuk berwakaf kian tumbuh. (Leo Dwi Jatmiko)

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia