Stok Beras Medium Berkurang Bikin Harga Beras Mahal

Stok Beras Medium Berkurang Bikin Harga Beras MahalHarga beras di pasaran merangkak naik, tetapi daya beli masyarakat pada komoditas ini di salah satu lapak pedagang di Pasar Kranggan tetap berjalan normal, Rabu (7/11). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
14 November 2018 07:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian DIY memperkirakan pasokan beras di wilayah ini masih cukup hingga masa panen di awal tahun mendatang. Mahalnya harga beras saat ini, dinilai sebagai akibat mekanisme pasar di tingkat pedagang.

Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengungkapkan musim kemarau berlangsung relatif panjang di tahun ini. "Kalau saat ini baru ada panenan kecil, ada panen, tetapi memang hasil panennya sedikit. Hal ini karena masa panen akan mundur," ujar Sasongko kepada Harian Jogja, Selasa (13/11).

Sasongko mengatakan menjelang akhir tahun ini terjadi pergeseran panen di beberapa wilayah penghasil beras. Selain itu, akibat musim kemarau yang berlangsung lama, banyak lahan yang semestinya ditanami padi, harus bergeser dengan ditanaminya sejumlah komoditas hortikultura.

Lebih lanjut Sasongko mengatakan hingga akhir 2018, produksi beras mencapai kisaran 850.000 ton sampai 900.000 ton. Namun, diakuinya data dari wilayah-wilayah yang sudah panen belum semuanya masuk ke Dinas Pertanian.

"Pasokan akan cukup hingga akhir tahun ini. Karena jika panen tidak mundur, produksi beras bisa mencapai 900.000 ton," ungkap Sasongko.

Sementara itu, harga beras di pasaran tengah mengalami gejolak. Harga beras mulai merangkak naik sejak akhir Oktober lalu. Kendati demikian, Sasongko menegaskan hal itu tidak terkait dengan pasokan beras, karena sudah masuk di pasaran, maka persoalan tersebut ada pada tingkat pedagang.

"Karena sejauh ini, pasokan juga cukup baik. Kalau soal harga itu sudah ada di tangan pedagang,penyesuaian harga dilakukan, ketika harga komoditas itu di daerah lain juga mengalami kenaikan," imbuh Sasongko.

Kepala Bulog Divre DIY Akhmad Kholisun mengungkapkan kenaikan harga beras di pasaran, salah satunya disebabkan oleh berkurangnya stok beras jenis medium. Sedangkan saat ini, pasokan yang beredar, rata-rata adalah beras premium yang harga eceran tertingginya dipatok sekitar Rp12.800 per kilogram.

Kholisun memaparkan gap antara harga beras medium dan premium memiliki selisih yang cukup tinggi. Di tingkat penggilingan, beras premium dinilai jauh lebih menguntungkan. Kendati demikian, antisipasi harga beras medium merangkak naik, Bulog terus menggelar operasi pasar.

"Jika biasanya dalam sehari operasi pasar bisa terserap lima sampai tujuh ton. Namun sejak dua minggu terakhir ini, mengalami peningkatan volume penyerapan menjadi 30 ton per hari," jelas Kholisun.