Isuzu D-Max Incar Perusahaan Migas

Isuzu D-Max Incar Perusahaan MigasIsuzu D-Max penetrasi pasar industri pertambangan. - ISUZU
15 November 2018 13:10 WIB Moh. Fatkhul Maskur Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Isuzu D-Max membidik pembeli di segmen perusahaan minyak dan gas, untuk meningkatkan penguasaan pasarnya. Pikap kabin ganda 4x4 ini memposisikan diri sebagai kendaraan yang safety, hemat bahan bakar dan tangguh, serta dukungan layanan purnajual 24 jam.

Anthony Muliadi, Kepala Wilayah Sumatra Bagian Utara PT Astra International Tbk– Isuzu Sales Operation, mengatakan bahwa pihaknya akan fokus menggarap sektor perusahaan migas, selain sektor perkebunan, dan instansi pemerintah.

“Permintaan terhadap mobil pikap 4x4 dua kabin Isuzu D-Max untuk proyek migas terus meningkat,” ujar Anthony dalam keterangan pers Isuzu, Rabu (14/11). Anthony membawahi wilayah pemasaran Sumut, Sumbar, dan Riau.

Di Riau, katanya, sejumlah kontraktor proyek Chevron memilih D-Max sebagai kendaraan operasional, karena memenuhi spesifikasi yang diminta raksasa perusahaan minyak itu, seperti mobil kabin ganda 4x4 dengan fitur side impact beam, anti-lock braking system (ABS), serta dual air bag di bagian depan.

D-Max diperkuat mesin commonrail 4JK1-TC HI berkapasitas 2.500cc. Mesin itu dilengkapi pompa injeksi bahan bakar dengan kontrol elektronik dan dibalut intercooled turbo chargerand VGS (variable Geometry Systems).

Setidaknya ada tiga kontraktor supervisi untuk proyek-proyek migas Chevron yang telah membeli D-Max, yakni PT Singgar Mulia (20 unit), PT Berkat Karunia Phala (15 unit), dan PT Wahana Karsa (15 unit). Selebihnya sejumlah kontaktor yang membeli dalam jumlah tidak terlalu banyak.

Anthony mengungkapkan bahwa Riau adalah provinsi dengan angka penjualan D-Max terbanyak di Sumatra. Dari total penjualan D-Max di Sumatera pada Januari--Agustus 2018 sebanyak 2.210 unit, Riau mengontribusi 960 unit, kemudian Sumatera Selatan sebanyak 461 unit, dan Jambi sebanyak 258 unit.

Menurutnya, pangsa pasar D-Max meningkat tajam di Riau. Tahun lalu, pangsa pasar D-Max hanya 1,7%, dan per Agustus 2018 meningkat menjadi 4,1%. “Kami optimistis, dengan kondisi seperti ini, tahun depan pangsa pasar kami bisa meningkat menjadi 10%-15%,” tutur Anthony.

Selain untuk proyek-proyek di Chevron, penjualan D-Max tertinggi berikutnya di perusahaan perkebunan sawit, lalu di lingkungan pemerintahan seperti dinas kehutanan, dinas perhubungan, TNI, dan Polri, termasuk mobil untuk layanan penyuluhan Keluarga Berencana (KB). Peminat berikutnya adalah perusahaan kontraktor proyek infrastruktur pemerintah.

Sebelumnya, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk—Isuzu Head Office Rahmat Samulo mengatakan, konsumen terbesar D-Max adalah korporasi yang bergerak di industri tambang dan perkebunan. Saat ini, 59,1% pasar potensial D-Max ada di lima area, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan sisanya di DKI.

Penjualan ritel D-Max juga naik signifikan. Bahkan lebih tinggi dari peningkatan penjualan mobil segmen PU 4x4 secara nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan mobil PU 4x4 mencapai 8.336 unit atau naik 15% dari periode yang sama tahun lalu 7.197 unit.

Penjualan D-Max sepanjang semester pertama 2018 mencapai 232 unit atau naik 21% dari tahun lalu yang 192 unit. “Terlihat D-Max bisa diterima dengan baik oleh pasar,” ujar Samulo.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia