Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut apabila pemilihan presiden (Pilpres) berlangsung satu putaran maka pasar properti tidak terlalu lama berada di posisi wait and see. Sebab proses politik turut memengaruhi daya beli konsumen.
Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan proses politik akan memberikan pengaruh pada sisi psikologis masyarakat. "Iya pandangan kami tentu begitu ya [dua putaran lebih lama wait and see]. Karena apapun proses politik itu selalu memberi pengaruh terhadap proses perekonomian, bukan dari sisi bajet anggaran, tapi dari sisi psikologis masyarakat," paparnya, Kamis (15/02/2024).
Berdasarkan hasil hitung cepat diperkirakan Pilpres berlangsung satu putaran. Menurutnya pengusaha cenderung melihat dari sisi pragmatis, dan berharap hasil hitung resmi tidak jauh beda dengan hitung cepat.
"Kalau pengusaha cenderung pragmatis ya, kami berharap real count-nya kurang lebih sama. Karena proses Pilpres ini juga sedikit banyak menjadikan orang untuk menunggu," jelasnya.
Dia juga berharap proses menunggunya tidak terlalu panjang. Meski demikian apapun hasilnya nanti REI DIY akan terus mengikuti proses yang berlangsung.
"Tapi taruhlah real count lain gitu dari quick count, ya kami mengikuti apapun proses yang sedang dilangsungkan oleh negara ini," lanjutnya.
Baca Juga
REI DIY Sebut LSD Hambat Investasi Properti di DIY
REI DIY Optimis Pembebasan PPN Rumah Bakal Dongkrak Penjualan
REI DIY: Harga Rumah Vertikal Masih Lebih Mahal Dibanding Rumah Tapak
REI DIY berharap agar penjualan properti di triwulan I/2024 ini bisa tumbuh kisaran 20%, dibandingkan kuartal I tahun lalu. "Anggota REI kami ada optimistis naik 20%. Kuartal pertama dibandingkan tahun lalu kuartal sama tahun lalu."
Sebelumnya dia memprediksi industri properti bisa tumbuh di kisaran 30% di 2024, dengan adanya stimulus dari dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah seharga Rp2 miliar-Rp5 miliar bisa jadi pemicu kebangkitan industri properti tahun depan.
"[Tumbuh] 30 persen lah kami harapkan. Peraturan Menteri Keuangan itu kami harap dilanjutkan, yaitu tentang PPN DTP. Tentu itu akan menggairahkan pasar industri properti," ucapnya.
Pada 2024 industri properti diprediksi akan reborn setelah pada Kuartal IV/2023 konsumsi masyarakat melambat. "Biasanya ada reborn. Kalau berdasarkan pengalaman, perekonomian nanti reborn konsumsinya akan meningkat di tahun depan di kuartal I [2024] juga akan meningkat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.