Sarmuji Jadi Menperin, Ini 4 Masalah Industri yang Harus Segera Diselesaikan

Rika Anggraeni
Rika Anggraeni Kamis, 01 Oktober 2026 18:47 WIB
Sarmuji Jadi Menperin, Ini 4 Masalah Industri yang Harus Segera Diselesaikan

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji yang dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis (10/1/2026)/Dok. DPR\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Perindustrian (Menperin) M. Sarmuji mendapat sejumlah pekerjaan yang perlu menjadi perhatian setelah resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin menyebut ada empat persoalan utama industri nasional yang perlu dibenahi, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga kepastian berusaha.

Sarmuji resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menperin di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam perombakan Kabinet Merah Putih.

Saleh mengatakan pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden untuk menentukan pembantu yang dinilai sesuai dengan bidang masing-masing.

Menurut Saleh, pengalaman Sarmuji sebagai anggota DPR RI dan pernah berada di komisi yang menjadi mitra Kementerian Perindustrian membuatnya telah mengenal sejumlah persoalan yang dihadapi sektor industri.

"Terkait dengan ditunjuknya Pak Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, tentu harapan saya, di mana beliau yang sudah lama menjadi anggota DPR dan pernah di komisi yang menjadi mitra Kementerian Perindustrian, tentu dengan sendirinya mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi industri dalam negeri. Apalagi dalam situasi ekonomi global yang masih terus bergejolak," ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

4 Persoalan Industri yang Disorot Kadin

Saleh menyebut ada empat hal yang perlu menjadi perhatian Sarmuji untuk menjaga pertumbuhan industri nasional.

Pertama, ketersediaan bahan baku. Menurut Saleh, pemerintah perlu memastikan industri dalam negeri memperoleh bahan baku yang dibutuhkan agar kegiatan produksi dapat berjalan.

Kedua, persoalan perizinan. Kadin meminta proses perizinan disederhanakan dan dipermudah sehingga tidak menambah beban biaya bagi pelaku usaha.

Ketiga, akses energi. Kemudahan memperoleh energi dengan harga yang berdaya saing dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi industri nasional.

Keempat, kepastian berusaha. Pelaku industri membutuhkan kepastian dalam menjalankan kegiatan usaha agar dapat menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan industri.

Keempat hal tersebut menjadi catatan yang disampaikan Saleh setelah Sarmuji dipercaya menempati posisi Menperin.

"Saya kira kalau keempat hal ini bisa dituntaskan oleh Pak Menperin Sarmuji maka insya Allah industri nasional kita akan tumbuh pesat dan maju," ujar Saleh yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian 2014–2016 itu.

Saleh Apresiasi Kinerja Agus Gumiwang

Selain menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian Sarmuji, Saleh juga memberikan apresiasi kepada Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Menperin.

"Dan saya kira dari pengalamannya, diharapkan agar beliau bisa terus memberikan masukan untuk kemajuan industri dalam negeri," katanya.

Sementara itu, penunjukan Sarmuji menandai perpindahan dari parlemen dan kepengurusan partai ke posisi eksekutif di bidang perindustrian. Sebelum dilantik, Sarmuji menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Profil yang dipublikasikan Media Indonesia juga mencatat pengalaman Sarmuji di DPR RI, termasuk di Komisi VI yang berkaitan dengan industri dan perdagangan.

Profil Singkat Sarmuji

Muhammad Sarmuji lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974. Ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Jember pada 1992 dengan mengambil jurusan manajemen.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Sarmuji melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia dan memperoleh gelar magister administrasi bisnis pada 2006.

Sarmuji kemudian meniti karier melalui organisasi kemahasiswaan, kepemudaan hingga parlemen. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI sejak Pemilu 2014 dan kembali terpilih pada Pemilu 2019 serta 2024.

Kini, Sarmuji resmi memimpin Kementerian Perindustrian setelah dilantik Presiden Prabowo. Dengan pergantian tersebut, perhatian pelaku industri tertuju pada sejumlah persoalan yang disampaikan Kadin, terutama bahan baku, perizinan, energi, dan kepastian berusaha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online