PROPERTI JOGJA : Begini Gambaran Rumah Minimalis yang Diminati Laris Manis

PROPERTI JOGJA : Begini Gambaran Rumah Minimalis yang Diminati Laris ManisUnit-unit perumahan yang ditawarkan PT. Gerbang Madani Group di Maguwoharjo, Depok, Sleman. (JIBI/Harian Jogja - dok. PT Gerbang Madani Group)
18 Maret 2015 00:20 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Properti Jogja, rumah minimalis berharga selangit memiliki banyak peminat di DIY.

Harianjogja.com, SLEMAN- Hingga saat ini, konsep rumah minimalis modern masih merajai penjualan rumah di DIY. Namun, jangan dinilai rumah minimalis itu harus kecil. Sebab, tidak sedikit rumah minimalis yang harga jualnya melangit.

Marketing Manager PT. Gerbang Madani Group M. Ahmad Cholik mengatakan ?konsep rumah minimalis yang dimaksud terpatri pada sedikitnya lekukan-lekukan dinding pada rumah. Dinding-dinding rumah minimalis umumnya berbentuk lurus. Meski begitu, ia tidak mengurangi keindahan bangunan. Kelebihan lainnya, rumah minimalis tersebut juga tidak akan memakan ruang. Hal itu berbeda dengan rumah-rumah yang dilengkapi dengan bentuk oval atau gaya klasik.

"Bentuk rumah minimalis kami tetap indah. Untuk tipe 75 harga mulai Rp600 juta dan tipe 85 harga mulai Rp800 juta. Semuanya dua lantai," ujar Cholik kepada Harianjogja.com, Senin (16/3/2015).

Menurut dia, harga rumah tersebut sepadan dengan bentuk rumah yang ditawarkan. Pihaknya menawarkan bentuk rumah dua lantai dengan minimal tiga kamar. Tidak hanya itu, lokasi perumahan yang tidak jauh dari pusat perekonomian, menjadi daya tarik bagi pembeli yang tidak bisa dibantah. Gerbang Madani Group, lanjut Cholik, memiliki tiga lokasi berbeda di Jogja. Mulai Ambarketawang, Gamping, Sleman, Kasihan Bantul (dekat Universitas PGRI Jogja) dan Maguwoharjo, Sleman.

Perusahaan induk yang mempunyai core business di bidang pengembangan kawasan pemukiman tersebut, saat ini terus mengembangan sejumlah unit untuk ditawarkan ke masyarakat. Termasuk, 24 unit baru di Maguwo Sleman.

"Kami masih menyediakan beberapa unit. Di Ambarketawang misalnya, sebanyak 60 unit sold out. Tapi, kami masih akan mengembangkan unit-unit baru dengan luas 35 kapling. Begitu juga untuk lokasi di Bantul dan Maguwoharjo," tandasnya.

Disinggung soal prospek perumahan di wilayah DIY dengan rank harga di atas Rp500 juta, Cholik mengatakan, hal itu tidak menjadi persoalan. Menurut dia, prospek penjualan rumah di atas harga tersebut masih menjanjikan. Sebab, harga jual tanah di DIY setiap tahun terus meningkat. Selain itu, segmentasi pasar untuk rumah tipe 75-85 sudah jelas sehingga tidak kawatir kehilangan pasar.

"Ini dapat dibuktikan dengan prosentase penjualan unit kami untuk tipe 75-85, antara 50-60 persen dibanding rumah satu lantai. Kalau konsumen punya budget Rp500 juta dapat rumah satu lantai, kalau ditambah Rp100 juta kan bisa dapat dua lantai," ujar dia.

Sementara, Founder PT. Gerbang Madani Group sekaligus Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY
Syhabuddin menambahkan dalam menjalankan bisnis properti, pihaknya mengedepankan aturan yang berlaku. Hal itu juga menjadi kewajiban bagi seluruh anggota REI.

Menurut dia, tidak sedikit pengembang yang hanya mengejar keuntungan bisnis, tanpa menghiraukan aspek legalitas pembangunan perumahan. Pada akhirnya, end user atau konsumen yang dirugikan oleh
pengembang-pengembang yang mengabaikan prinsip bisnis developer.

"Kami dan anggota REI DIY, tidak hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Sebab, ada prinsip-prinsip yang harus dipenuhi. Termasuk aspek kualitas dan legalitas bangunan,” terangnya.