PELUANG USAHA : Sst .. Transaksi Toko Online Raup Miliaran Rupiah Sehari

PELUANG USAHA : Sst .. Transaksi Toko Online Raup Miliaran Rupiah SehariIlustrasi (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
21 Maret 2015 21:30 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Peluang usaha, transaksi toko online ternyata meraup miliaran rupiah dalam sehari.

Harianjogja.com, JOGJA- Bisnis e-commerce di Indonesia semakin menjamur. Sejumlah brand toko online mulai naik daun dengan transaksi miliaran rupiah setiap hari. Setidaknya ada lima macam model bisnis e-commerce yang berkembang. Mulai forum online dan iklan baris, website business to consumers (B2C), market place consumer to consumer (C2C), dan lainnya.

Bukalapak.com, misalnya, merupakan salah satu pelaku market place lokal yang mampu bersaing dan mendapat tempat di hati pelaku usaha. Tidak hanya personal, industri kecil menengah (IKM) memanfaatkan website ini. Market place ini sudah mampu menggandeng 1 juta members (merchant) yang masuk ke platformnya.

"Dari jumlah tersebut sekitar 20 persen berasal dari DIY-Jawa Tengah," ujar Community Manager Bukalapak.com Nurhaq Ferdiansyah kepada Harianjogja.com, Kamis (19/3/2015).

Yang mencengangkan, nilai omzet atau transaksi harian yang berhasil dihimpun cukup fantastis. Nilai transaksi mencapai antara Rp1.5 hingga Rp2 Miliar per hari.

"Dalam sebulan, transaksi penjualannya bisa mencapai antara Rp40 hingga Rp60 Miliar. Dana buyer yang masuk kemudian diberikan ke user itu free. Tidak ada potongan sepeserpun dari Bukalapak.com," ujar Ferdian.

Moncernya performa Bukalapak.com tersebuttak lepas dari peran aktif sang pendiri sekaligus CEO-nya, Achmad Zaky. Bahkan, saat digelar Interview dan Ngobrol Bareng dengan para member di Dixie Easy Dining Cafe, Sleman, Minggu (15/3/2015) pria lulusan Teknik Informatika ITB ini mampu memikat para usernya. Salah satu misi Zaky mengembangkan Bukalapak.com adalah memberdayakan kelompok UKM. Sebab, kalangan UKM sangat
membutuhkan tempat untuk memasarkan produk dan jasanya.

"UKM tanpa modal atau modal yang minim, bisa mengembangkan bisnis menggunakan layanan ini. Saat ini, Bukalapak.com tumbuh besar, peringkat ke 20 website di Indonesia. Kami ingin mengejar nomor satu," ujar Zaky saat itu.

Ferdian menambahkan, prospek Bisnis e-commerce di Indonesia masih terbuka lebar. Pasalnya, dari sekitar 70 juta online user, yang menggunakaan e-commerce baru sekitar 2 jutaan saja. Tak salah jika pihaknya menargetkan pertumbuhan e-commerce hingga 3 juta user tahun ini.

Bukalapak.com, katanya, berbeda dari situs e-commerce lain. Selain perannya dalam pemberdayaan UKM, situs ini juga disediakan kanal Forum, tempat para seller bisa bertukar pikiran. Di Bukalapak.com, semua aktivitas jual-beli anggota terjadi di platformnya, termasuk dalam hal pembayaran. Bukalapak.com juga memiliki sistem feedback, sehingga para seller terdorong untuk memproses transaksi dengan baik.

"Bukalapak kuat di komunitas. Antar seller tidak bersaing, tetapi bersinergi dan berkolaborasi satu sama lainnya. Kami sebagai pihak ketiga di mana dana buyer disimpan dulu. Jika barang sudah diterima buyer dengan baik baru kami cairkan ke seller. Ini untuk melindungi kedua belah pihak secara adil," tukasnya.

Bukalapak merupakan saingan utama Tokopedia yang juga berhasil memenangi persaingan ketat di masa-masa awal website berdiri.

"Tokopedia merupakan online marketplace yang memungkinan setiap individu dan pemilik bisnis di Indonesia membuka dan mengurus toko online mereka secara mudah dan bebas biaya, sekaligus memberikan pengalaman jual beli online aman dan nyaman," ujar Public Relation Executive Tokopedia, Siti Fauziah

Pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan internet pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan investasi 100 juta dollar dari Softbank Internet dan Media dan Sequoia Capital.