PROGRAM 35.000 MEGAWATT : Gunakan Komponen Dalam Negeri, Serap 650.000 Tenaga Kerja

PROGRAM 35.000 MEGAWATT : Gunakan Komponen Dalam Negeri, Serap 650.000 Tenaga KerjaJIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaPetugas mengganti jaringan kabel terbuka dengan kabel tertutup di simpang Manahan, Solo, Rabu (5 - 3). Penggantian tersebut dilakukan agar jaringan listrik lebih aman dan tahan terhadap cuaca buruk.
05 Mei 2015 05:20 WIB Bhekti Suryani Ekbis Share :

Proyek 35.000 Megawatt akan menggunakan komponen dalam negeri sehingga menyerap 650.000 tenaga kerja

Harianjogja.com, BANTUL- Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, kebutuhan listrik sebesar 35.000 MW seiring dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5-6% setahun dan kebutuhan listrik sebesar 7.000 MW setahun.

Suplai listrik sebesar 35.000 MW akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Listrik tidak hanya menggerakan investasi namun juga menyerap lapangan kerja untuk produksi komponen listrik dalam negeri.

"Tidak kurang 650.000 tenaga kerja secara langsung terserap, dan tiga juta tenaga kerja tidak langsung akan menerima manfaat," ungkap Sudirman Said, dalam Peluncuran Program Listrik 35.000 MW di Bantul, Senin (4/5/2015).

Hal itu sejalan dengan keinginan presiden yang mewajibkan penggunaan komponen listrik mulai dari kabel, travo dan jaringan transmisi diproduksi dalam negeri minimal 60-70% alias tidak mengimpor dari luar negeri.

Peluncuran program listrik nasional 35.000 MW sengaja digelar di Pantai Goa Cemara, Bantul karena wilayah ini merupakan lokasi PLTB yang akan dibangun pada 2016.

Manajer Proyek PLTB area Bantul dari UPC Jogja Bayu, Niko Priyambada menyatakan, listrik bertenaga angin yang digerakan oleh kincir raksasa itu merupakan yang pertama di Indonesia.

"UPC sudah berjalan 18 tahun, kami sudah membangun PLTB di Amerika Serikat, Filiphina dan China," papar Niko.

Acara peluncuran mega proyek itu juga diserta penandatanganan nota kesepahaman antara PT. PLN dengan sejumlah investor yang akan berinvestasi pembangkit listrik di berbagai wilayah di Indonesia antara lain dengan PT. UPC Jogja Bayu.

Selain itu, juga digelar teleconference antara Presiden Joko Widodo dengan tiga kepala daerah di tiga kabupaten yang tengah melakukan peletakan batu pertama pembangunan listrik yang merupakan program nasional 35.000 MW, pada Senin (4/5/2015) ini.