Jangan Remehkan Pasar Tradisional, Ini Fungsinya dalam Kestabilan Harga

Jangan Remehkan Pasar Tradisional, Ini Fungsinya dalam Kestabilan HargaSalah satu pedagang sayuran di Pasar Demangan duduk menunggu pembeli, Senin (3/10/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
10 Oktober 2016 11:55 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Pasar tradisional merupakan ujung tombak pemasaran berbagai produk pertanian

Harianjogja.com, JOGJA--Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menilai keberadaan pasar rakyat merupakan hal yang vital. Pasar merupakan ujung tombak pemasaran berbagai produk pertanian.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan pasar rakyat merupakan salah satu indikator nasional dalam pergerakan tingkat kestabilan harga/inflasi.

“Tidak boleh dilupakan, pasar rakyat merupakan ujung tombak pemasaran hasil produksi petani, nelayan, peternak, dan produk UKM sekaligus tempat penyediaan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (7/10/2016).

Mendag berkomitmen terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya revitalisasi pasar rakyat. Mendag pun melakukan pemantauan amanat program nawacita, yaitu revitalisasi pasar. Ia melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pasar rakyat di dua kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kebumen dan Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (7/10/2016).

“Dengan revitalisasi pasar rakyat, maka pasar rakyat akan berada dalam kondisi yang baik. Dengan kondisi pasar yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menjual hasil produksi yang baik juga,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, Pasar Giwangretno merupakan pasar rakyat yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kebumen yang mendapatkan bantuan dana revitalisasi Pasar Rakyat melalui Tugas Perbantuan dari Kemendag pada 2015 senilai Rp10 miliar.

Bersambung halaman 2


Pasar yang memiliki luas lahan sebesar 3.768 m2 ini ditempati 392 pedagang dengan omzet Rp3 miliar per bulan. Pasar Giwangretno ini merupakan pasar yang beroperasi pada hari Selasa dan Jumat. Namun demikian, di hari-hari lainnya masih terlihat aktivitas penjualan dan pembelian oleh beberapa pedagang.

Adapun komoditas yang diperdagangkan antara lain bahan pokok, sayur mayur, buah-buahan, lauk pauk, kelontong, dan produk sandang. Pada 2016, Pasar Giwangretno memperoleh bantuan sarana usaha dagang berupa meja boks sebanyak 262 unit dan meja serbaguna sebanyak 30 unit. Bantuan lainnya yang akan diberikan secara bertahap yaitu meja berjualan dan gantungan sebanyak 48 unit.

Selain itu, juga dilakukan operasi pasar (OP) gula ex Primkopol sebanyak 4.190 kg bagi 29 pedagang dengan harga beli Rp11.500/kg. OP yang sama juga akan digelar di Pasar Tumenggungan sebanyak 3.490 kg bagi 30 pedagang.

Sementara itu, Pasar Krendetan merupakan pasar rakyat yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo. Pasar ini mendapatkan bantuan dana revitalisasi Pasar Rakyat melalui Tugas Perbantuan dari Kemendag pada 2015 senilai Rp6 miliar. Pasar yang memiliki luas bangunan sebesar 5.019 m2 ini ditempati 285 pedagang dengan omzet Rp 1 miliar per bulan.

Komoditas yang diperdagangkan antara lain bahan pokok, sayur mayur, buah-buahan, lauk pauk, kelontong, dan produk sandang. Pasar Krendetan Purworejo merupakan pasar yang beroperasi di hari Rabu dan Sabtu. Di pasar ini, Kemendag memberikan bantuan secara bertahap fasilitas yang diperlukan bagi para pedagang, yaitu meja boks 236 unit, meja serbaguna 25 unit, dan meja rombong 5 unit. Sedangkan untuk OP gula di Purworejo dialokasikan 15 ton yang disebar di dua pasar, yaitu Pasar Suronegaran dan Krendetan dengan harga beli Rp 11.500/kg.

Pada dialog dengan Petani dan Peternak ini, Mendag Enggar bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengunjungi sentra produksi jagung di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Keduanya bertatap muka dengan para petani dalam rangka panen raya serta persiapan tanam jagung 5.000 hektare di tahun 2017.

Mendag meminta para petani untuk tidak khawatir dalam menanam jagung karena jagung merupakan salah satu dari tujuh komoditas yang dijamin harganya oleh
Pemerintah. “Jika harga jagung lebih rendah dari harga batas bawah, maka akan diserap oleh Bulog,” kata Mendag.