Advertisement
Duh, Baru 20% Pelaku UMKM di Jogja Melek Literasi Keuangan
Salah satu narasumber memaparkan materi dalam Training of Trainers Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY dan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang digelar di Hotel Neo Awana, Selasa (17/4). - Harian Jogja/ Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemahaman literasi keuangan UMKM masih sangat rendah. Dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 30% yang paham literasi, ternyata di lapangan hanya 20% UMKM yang melek literasi keuangan.
Keberadaan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) DIY menjadi mediator bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dapat meningkatkan kemampuan manajerial keuangan bagi usahanya. Dalam acara Training of Trainers Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan di Hotel Neo Awana bersama OJK, Sekretaris KKMB DPD DIY, Jamarudin mengatakan UMKM yang sudah melek literasi keuangan masih sangat kecil jumlahnya.
Advertisement
"Berdasarkan data OJK pada 2016, ada 30 persen UMKM yang sudah memiliki pemahaman literasi keuangan dengan baik. Namun, di lapangan berdasarkan laporan anggota kami, baru ada 20 persen yang paham literasi keuangan," ujar Jamarudin, Selasa (17/4/2018).
Sebagai mediator bagi UMKM, KKMB memberikan pembinaan antara lain tentang pengaturan keuangan. Jamarudin mengungkapkan salah satu kendala manajemen usaha bagi pelaku UMKM yakni masih belum memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha. Persoalan tersebut menjadi salah satu penekanan pembinaan yang dilakukan KKMB kepada para UMKM. Selain itu, pembinaan yang dilakukan adalah mendorong usaha UMKM baik dari sisi peningkatan keterampilan, manajemen SDM hingga pemasaran.
BACA JUGA
"Dalam acara ini ada 100 anggota KKMB DIY yang hadir. Mereka dibekali tentang pengetahuan literasi keuangan, sehingga nantinya bisa menuntun UMKM melakukan perencanaan, pengaturan hingga pembuatan laporan keuangan yang baik," kata Jamarudin.
Upaya mendorong kemajuan UMKM juga tugas semua pihak, termasuk jajaran pemerintah daerah dan SKPD terkait. Kepala Kantor OJK DIY Untung Nugroho mengungkapkan peran KKMB sangat penting dalam menjembatani kesulitan UMKM dalam mengakses kredit di perbankan.
Terlebih, kata Untung, kredit usaha rakyat (KUR) plafon yang ditetapkan pemerintah ternyata tidak pernah mencapai target. Bukan hanya kredit usaha, tetapi kredit dalam bentuk lainnya juga demikian, masih belum terakses dengan baik oleh UMKM.
"Lahirnya financial technology atau teknologi keuangan, di dalamnya ada peran KKMB juga. Upaya yang dilakukan yakni dengan membuat database profil UMKM yang dibina KKMB, tetapi yang belum mengakses perbankan," kata Untung.
KKMB bisa menjadi mediator untuk menyampaikan sumber-sumber pendanaan yang dapat diakses UMKM. Karena kehadiran tekfin juga tidak akan menjadi solusi, jika koneksi Internet juga tidak ada.
"Maka dari itu, informasi-informasi tersebut juga bisa tersampaikan, jika ada peran dari KKMB dalam mengkomunikasikan akses-akses kredit kepada UMKM," ujar Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Longsor Gedangsari Putus Akses Warga, BPBD Siapkan Alat Berat
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Pemerintah Targetkan Beras Satu Harga Nasional Mulai 2026
- Rupiah Melemah ke Rp16.855 Dipicu Tekanan Global dan Dolar AS
- AMDATARA Siap Dorong Transformasi Industri AMDK
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
- Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
Advertisement
Advertisement



