Advertisement
Program Sejuta Rumah RI Jadi Patokan di Dunia
Ilustrasi rumah murah bersubsidi - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Program satu juta rumah milik Indonesia menjadi patokan dunia membangun perumahan yang terjangkau.
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan belum ada negara di dunia yang mengedepankan program rumah terjangkau untuk rakyat dengan bersinergi antara pemerintah dengan pihak swasta.
Advertisement
“Indonesia ini lebih terdepan dibandingkan dengan negara lain karena hanya di Indonesia pihak swasta bisa membantu pemerintah untuk mencapai ini semua [program satu juta rumah]. Jadi kita bisa bagi tugas untuk pemerintah dan pihak swasta,” ujar Soelaeman di acara Coffee Morning Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) bertema memperkuat Program Sejuta Rumah di Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Bahkan Eman, sapaan akrab Soelaeman, mengatakan saat hadir di pertemuan dengan federasi real estate dunia dan mengenalkan program satu juta rumah, negara lain sontak kaget dan tidak percaya akan program yang diusung.
“Mereka [negara lain] kaget sekali, 1 juta? Realisasi terbangun 800.000 rumah saja, itupun mereka tetap kaget. Jadi bisa melakukan hal yang seperti ini adalah sesuatu hal yang luar biasa,” ujar Eman.
Pemerintah selama ini memotivasi pihak swasta untuk ikut berkontribusi dalam membangun rumah MBR yaitu dengan memberikan kemudahan izin pembangunan, bantuan pembangunan PSU dan membantu dalam skema pembiayaan kepada konsumen, seperti bunga KPR sebesar 5% juga PPh 0%.
Eman menambahkan Indonesia cukup beruntung dengan komitmen Pemerintah yang berusaha membantu masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkan rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Pemancing Hilang di Wediombo, Pencarian Diperluas ke Pacitan
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Wisatawan Mancanegara Naik Kereta Api Tembus 694 Ribu
- Pemerintah Targetkan Beras Satu Harga Nasional Mulai 2026
- Rupiah Melemah ke Rp16.855 Dipicu Tekanan Global dan Dolar AS
- AMDATARA Siap Dorong Transformasi Industri AMDK
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
Advertisement
Advertisement



