Advertisement
Inflasi AS Capai 2%, The Fed Nyantai
Bank sentral AS The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Inflasi yang mencapai target bank sentral di level 2% yang terjadi di Amerika Serikat saat ini tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, bank sentral sudah terlalu lama berada di bawah target tersebut. Hal itu ditegaskan salah seorang pejabat senior Federal Reserve dan penerusnya.
“Saya telah mengatakan berulang kali, berada sedikit di atas dua persen setelah berada di bawah dua persen untuk waktu yang begitu lama bukanlah masalah besar,” kata Presiden The Fed New York William Dudley, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (6/5/2018).
Advertisement
Sentimen ini pun digaungkan kembali oleh John William, Kepala Cabang The Fed San Fransisco yang akan menggantikan Dudley bulan depan.
“Saya pribadi nyaman dengan fakta bahwa inflasi mencapai target dua persen untuk sementara,” ujar Williams.
BACA JUGA
Adapun tekanan bank sentral terhadap target ‘simetrik’, menurut Williams, merupakan sinyal untuk mengatakan bahwa inflasi akan berada terkadang di atas-terkadang di bawah, namun rata-ratanya di level 2%.
Adapun pejabat bank sentral AS telah mentransmisikan kenyamanan mereka terhadap inflasi yang berada di atas target untuk beberapa pekan terakhir ini.
Pernyataan dari Williams dan Dudley kembali menegaskan pesan yang disampaikanThe Fed pada awal pekan lalu, bahwa para pembuat kebijakan tidak akan mempercepat rencana laju kenaikan suku bunga tahun ini .
Hal itu dilakukan karena mereka ingin membiarkan ekonomi terus bertumbuh kendati inflasi berada di dekat target.
Perkiraan yang dirilis pada Maret memperlihatkan perkiraan tertinggi dari bank sentral AS mengenai inflasi, yaitu akan berada pada 2,2% pada 2019 dan 2020.
Perhitungan inflasi yang dipertimbangkan The Fed, yaitu indeks harga konsumsi pribadi (PCE), mencapai 2% pada Maret dalam basis 12 bulan setelah berada di bawah level itu untuk hampir selama 6 tahun. Sementara perhitungan inti yang mengecualikan harga makanan dan energi tumbuh 1,9%.
Priya Misra, Head of Global Rates Strategy di TD Securities LLC menyampaikan bahwa kini inflasi bergerak naik, The Fed membalikkan pesan mereka dengan tidak akan membiarkan inflasi terlalu panas untuk sementara waktu.
“The Fed tidak ingin dipaksa untuk menaikkan [suku bunga] dengan laju yang cepat,” ujarnya.
Dudley juga menyatakan bahwa dia belum akan mendeklarasikan kemenangan dengan tercapainya target inflasi The Fed ini.
“Data inflasi naik dan turun dalam bulan ke bulan. Tapi kita telah membuat kemajuan dan saya sangat senang dengan posisi kita sekarang ini,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Galeri24 dan UBS
- Harga Emas Antam Naik Rp29.000, Kini Rp2,63 Juta per Gram
- OJK Ingatkan Bijak Gunakan Pinjaman Daring Saat Ramadan
- Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Turun, Ini Data Bapanas
- Jumlah Wisatawan Mancanegara Naik Kereta Api Tembus 694 Ribu
- Pemerintah Targetkan Beras Satu Harga Nasional Mulai 2026
- Rupiah Melemah ke Rp16.855 Dipicu Tekanan Global dan Dolar AS
Advertisement
Advertisement




