Advertisement
Rasio Pajak Tinggi Dapat Ancam Konsumsi Rumah Tangga, Berikut Penjelasannya
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—CORE Indonesia berharap pemerintah tidak terburu-buru menargetkan rasio pajak yang terlalu tinggi untuk tahun depan, karena dapat berdampak pada konsumsi rumah tangga (RT).
Sebagai informasi, pemerintah berencana menargetkan rasio pajak mencapai 11,4% hingga 11,9% pada 2019. Dalam pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Sidang Paripurna DPR hari ini, Jumat (18/5/2018) pada 2019 pemerintah akan mengarahkan kebijakan pada pendapatan negara yang lebih optimal, baik dari kebijakan perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Advertisement
Pemerintah optimistis, dengan segala perbaikan iklim investasi dan kemudahan layanan dalam pelaksanaan berusaha, target tersebut akan tercapai.
"Meski sudah banyak melakukan perubahan dalam layanan pajak, pemeruintah perlu tetap berhati-hati dalam menetapkan rasio pajak yang terlalu robust untuk tahun depan, karena bisa berdampak pada konsumsi RT kelas menengah atas," kata Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (18/5/2018).
Faisal mengatakan pemerintah sejauh ini masih belum dapat memperluas basis pajak yang dimiliki, sehingga wajib pajak yang sudah patuh cenderung selalu menjadi korban dari kebijakan ekstra effort pemerintah.
Padalah, WP tersebut, yang mana juga orang menengah atas adalah kelas yang berkontribusi 83% terhadap konsumsi RT. "Kalau dinegara-negara maju yang konsumsinya sedang lemah biasanya target penerimaan pajak tidak menjadi fokus utama, yang terpenting mengembalikan konsumsi RT dulu," katanya.
Sebagai informasi, sepanjang kuartal I 2018, konsumsi RT hanya tumbuh 4,95% (yoy), atau tumbuh landai dari periode sama tahun sebelumnya 4,94%. Padahal, kalau dilihat kontribusinya komponen tersebut menyumbang 56,8% dari total produk domestik bruto (PDB).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Libur Awal Puasa Sepi, Ini Dampaknya ke Wisata Gunungkidul
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement







