Advertisement
Kenaikan MICE Pacu Okupansi Hotel
Ilustrasi hotel - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat hunian hotel pasca-Lebaran sempat menurun. Namun, memasuki musim meeting, incentives, conference and exhibition atau MICE, okupansi perhotelan di Jogja bulan ini mulai terdongkrak naik.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M. Danunagoro mengungkapkan setelah libur panjang Lebaran dan anak sekolah, perlahan okupansi mulai merangkak naik. "Karena Juli ini sudah mulai masuk ke MICE season. Nanti pada pekan ketiga akan tampak peningkatan okupansinya," ujar Istidjab kepada Harian Jogja, Rabu (4/7).
Advertisement
Daya tarik Jogja sebagai kota MICE masih sangat tinggi. Diperkirakan musim MICE ini akan mendongkrak okupansi hotel 45% hingga 70%. Istidjab memaparkan sebagian besar MICE masih akan didominasi pertemuan dari korporasi.
"Pemerintahan ada, tetapi biasanya tidak terlalu banyak, karena adanya pembatasan anggaran mengadakan pertemuan di hotel. Biasanya lama tinggal para penyelenggara pertemuan rerata empat hari tiga malam," ujar Istidjab.
BACA JUGA
Marketing and Communications Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel Khairul Anwar memaparkan tren Juli hingga Desember, MICE akan mulai masuk. Pada periode ini permintaan untuk pertemuan dan penyelenggaraan kegiatan di hotel ini akan meningkat. Terlebih, hotel ini merupakan hotel yang membidik segmen business and convention hotel.
"Pertemuan pemerintahan, korporasi swasta, konferensi internasional, pameran hingga pertemuan bertaraf internasional mulai memenuhi okupansi kamar dan ruang pertemuan di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hote," ujar Awang.
Awang menambahkan masa tinggal tamu yang mengikuti kegiatan ini rata-rata tiga hari sampai empat hari untuk acara skala besar. Sedangkan untuk kegiatan skala kecil dan menengah, lama tingga peserta rata-rata hanya dua sampai tiga hari.
Lebih lanjut Awang memaparkan okupansi mulai menunjukkan kenaikan pada akhir Juni dan awal Juli. Rerata okupansi hotel bintang lima ini sudah mencapai 85% dari 247 kamar yang tersedia.
"Kota Jogja ini semakin dilirik sebagai destinasi MICE, terutama untuk konferensi internasional. Selain fasilitas dan harga yang bersaing, destinasi wisata yang menawarkan budaya juga tak kalah dengan Bali. Kami berharap adanya bandara baru yang berkapasitas besar, dapat semakin menggemakan Jogja sebagai destinasi kelas internasional," jelas Awang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Top Ten News Harianjogja.com Hari Ini: X-Men Sampai Profil Bek PSS
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
- 75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 Rp2,59 Juta per Gram
Advertisement
Advertisement




