Advertisement
Pengusaha RI yang Eksis di Tiongkok & Hong Kong Didorong Bantu Ekonomi Nasional
Ilustrasi kerja sama. - Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, BEIJING—Para pengusaha Indonesia di Tiongkok dan Hong Kong yang tergabung dalam Inacham membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Peran pebisnis Indonesia, apalagi yang telah eksis di Hong Kong dan Tiongkok sebagai mitra strategis pemerintah termasuk KBRI dan KJRI sangat krusial dalam memajukan ekonomi di negara kita," kata Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun , Minggu (1/7).
Advertisement
Belum lama ini dia didampingi Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Tri Tharyat mengumpulkan 20 pengusaha nasional yang telah berinvestasi di Hong Kong dan Tiongkok.
Menurut Dubes, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6% diperlukan akselerasi dan peningkatan tiga penggerak pertumbuhan ekonomi, yakni ekspor, investasi, dan pariwisata.
BACA JUGA
Ia mengemukakan Tiongkok dan Hong Kong merupakan mitra dagang terbesar dan terbesar kedua yang berinvestasi di Indonesia. Keduanya juga memberikan kontribusi terbesar dalam mengirimkan wisatawan asing ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
"Oleh sebab itu, kami perlu bekerja sama, menyamakan visi agar peningkatan hubungan kedua negara hasilnya akan dinikmati sekarang dan di masa yang akan datang," kata Dubes Tiongkok merangkap Mongolia yang berkedudukan di Beijing itu.
Mantan Dubes Rusia merangkap Belarusia itu juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan Inacham selama ini.
"Kami akan terus berupaya secara intens untuk mempromosikan ketiga sektor tersebut dengan melakukan kerja sama secara intensif lagi dengan para pengusaha dari Hong Kong danTiongkok," kata Djauhari menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 Rp2,59 Juta per Gram
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- Modus Penipuan Kartu Kredit Meningkat, BRI Beri Warning
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
Advertisement
Advertisement




