Advertisement
Dolar Menguat Kerek Ekspor Kerajinan hingga 30%
Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penguatan dolar terhadap rupiah memberi dampak pada sektor ekspor produk kerajinan. Rerata kenaikan transaksi ekspor kerajinan mencapai 20%-30%.
"Sekitar tiga bulan ini, memang ada peningkatan. Akhir bulan ini [Juli] akan terlihat seperti apa kenaikannya. Hal itu, karena kenaikan nilai tukar dolar membuat peningkatan order produk kerajinan dari para buyer," ujar Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY, Timbul Raharjo, Minggu (8/7).
Advertisement
Timbul mengatakan kenaikan dolar sangat memberikan keuntungan bagi pelaku ekspor mebel dan kerajinan. Kendati belum melakukan survei secara menyeluruh ke sejumlah pelaku industri ini, peningkatan nilai ekspor produk kerajinan yang dipasarkannya bisa mencapai 20% hingga 30%.
Hal ini sejalan dengan catatan BPS DIY tentang perkembangan ekspor DIY selama Mei lalu. Kenaikan ekspor pada bulan tersebut mencapai 2,26% dibandingkan bulan sebelumnya dengan nilai mencapai US$37,56 juta.
BACA JUGA
Tercatat untuk komoditas ekspor jerami atau anyaman mengalami kenaikan hampir 50%. Kepala BPS DIY JB Priyono menuturkan peningkatan salah satu komoditas ekspor unggulan DIY ini mencapai 49,02%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Konflik Timteng Picu Kerugian Maskapai Global hingga Rp900 Triliun
- Momentum Lebaran Harga Emas Antam Tidak Berubah, Ini Daftarnya
- Kebijakan WFH Sehari Mulai Dimatangkan untuk Hemat BBM
- Harga Emas Pegadaian Turun Tipis Seusai Lebaran, Ini Daftarnya
- Pemerintah Kejar Target Ekonomi 5,5% Lewat Berbagai Insentif
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Batasi Anggaran Baru Demi Jaga APBN
Advertisement
Advertisement







