Advertisement
IndonesiaX Optimalkan Web Belajar MOOC
Para pemateri memberikan penjelasan dalam IndonesiaX 8th Quarter Conference di Graha Sabha Pramana UGM, Jumat (6/7). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—IndonesiaX sebagai situs web belajar yang didirikan sejak 2015 terus berusaha memgoptimalkan sistem kursus daring terbuka besar-besaran (massive open online courses/MOOC). Tak hanya melalui MOOC, transfer ilmu pengetahuan juga dilakukan melalui konferensi dengan mengangkat beragam tema.
CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX Lucyanna Pandjaitan mengatakan tema ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap perkembangan ekonomi syariah di Indonesia selama ini. Menurut dia, dengan pasar yang begitu potensial, perkembangannya belum sesuai ekspektasi yang diharapkan. Oleh sebab itu pihaknya berusaha terus mengenalkan konsep ekonomi syariah ini baik dalam bentuk konfrensi ataupun MOOC.
Advertisement
Lucy menjelaskan dengan media Internet, pihaknya berharap dapat menyelesaikan masalah ketersediaan serta keterjangkauan sarana dan prasarana pendidikan. Menurut dia, kursus daring mendemokratisasi cara belajar karena siapa saja yang terhubung Internet dapat mengikuti MOOC tanpa harus mendaftarkan diri di universitas atau pendidikan formal. Bahkan MOOC yang disediakan oleh IndonesiaX tak terbatas pada topik akademis, tetapi juga berbagai topik keterampilan. Hingga kini sudah ada 10 kursus yang diampu oleh IndonesiaX dengan pengajar para profesional di bidangnya. Sebut saja Renaldi Khasali, Wisnutama, Ito Warsito, dan lain-lain.
"IndonesiaX juga telah menghadirkan aplikasi di Android dan iOS untuk agar pengguna dapat mengakses dari perangkat mobile seperti ponsel pintar dan tablet," katanya dalam IndonesiaX 8th Quarter Conference bertema Pengenalan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Graha Sabha Pramana UGM, Jumat (6/7).
Sementara itu, salah satu pengampu kursus di IndonesiaX yang juga merupakan Kepala Program Sarjana Ekonomi Islam UI Rahmatina A Kasri menyatakan salah satu permasalahan yang diharapi oleh Indonesia untuk memajukan perekonomian syariah adalah minimnya literasi. Belum banyak orang yang tahu dan mengerti tentang apa itu keuangan serta konsep ekonomi syariah. Selain itu, SDM yang ada juga belum memiliki kompetensi yang cukup untuk mengembangkan model ekonomi ini. Belum lagi persoalan regulasj yang tumpang tindih dan juga realisasi sektor riil yang rendah.
Tina berpendapat penguatan dari segi pendidikan amat penting dilakukan. Agar masyarakat mengerti betul bagaimana konsep ekonomi syariah bekerja dan mampu menjawab persoalan yang tidak bisa ditangani oleh model ekonomi konvensional. "Ada beberapa fundamental dalam ekonomi syariah. Maka agar paham, masalah literasi ini harus diselesaikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement








