New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, SEMARANG—Permodalan masih menjadi kendala utama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Ketua DPW Asosiasi Akumandiri Jawa Tengah Madiyo Sriyanto mengatakan hal tersebut kerap menghambat potensi pengembangan kapasitas produksi. "Kami fokus bagaimana UMKM ini bisa meningkatkan kapasitasnya. Dari sisi permodalan masih sering jadi kendala untuk UMKM, khususnya yang masih mikro atau baru memulai. Potensinya ada tapi sulit berkembang," katanya, Kamis (30/8).
Dia mengungkapkan akan terus memfasilitasi UMKM untuk bisa mendapatkan permodalan. Adapun kerja sama dengan beberapa bank telah dilakukan.
Selain itu, pihaknya pun membantu para UMKM dari sisi pemasaran dan pendampingan untuk pembuatan laporan keuangan sederhana. Menurutnya, untuk level menengah, pengetahuan mengenai laporan keuangan sangat penting karena akan berkaitan langsung dengan penghitungan pajaknya. "Masih banyak yang gak tahu bagaimana cara membuat laporan keuangan secara sederhana. Ada juga yang khawatir nanti bagaimana soal pajaknya," ujarnya.
Saat ini, UMKM di Indonesia terus ditopang oleh perkembangan industri kreatif yang semakin pesat, termasuk di Jawa Tengah. Menurut Kementerian Perindustrian, industri kreatif di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga 7% per tahun, sekaligus berkontribusi besar bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, jumlah perusahaan, hingga pasar ekspor.
Sepanjang 2014-2015 saja, misalnya, nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,1 triliun. Penyumbang nilai tambah tertinggi tersebut antara lain subsektor mode dan kuliner.
Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81%, diikuti fesyen dengan pertumbuhan 7,12%, periklanan sebesar 6,02%, dan arsitektur 5,59%.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan pendamping yang memadai diperlukan untuk membimbing para UMKN, khususnya yang baru memulai bisnisnya (startup) agar bisa berkembang. Menurutnya, seringkali bisnis startup stagnan karena tidak adanya pendampingan.
"Pendamping kita baru terbatas untuk start-up dengan level sampai menjual di dalam negeri. Belum sampai pada kemampuan ekspor, padahal potensi ekspor dari start-up makanan, misalnya, itu sangat besar. Banyak yang belum ngerti bagaimana mengurus dokumen yang diperlukan," katanya.
Ema menyatakan bidang usaha boga atau makanan memiliki pertumbuhan yang paling menonjol di Jateng. Pihaknya pun mendorong agar usaha-usaha mikro yang bergerak di bidang tersebut untuk terus mengembangkan bisnisnya, sehingga bisa memasarkan produknya ke luar Jateng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.