Dirut Bank BPD DIY: Membangun Sinergisitas Profesionalisme dan Kekeluargaan di Era 4.0

Dirut Bank BPD DIY: Membangun Sinergisitas Profesionalisme dan Kekeluargaan di Era 4.0Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Santoso Rohmad - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
26 September 2018 05:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJAIng ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani merupakan tiga slogan yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara. Ketiga nilai tersebut merupakan bentuk kepemimpinan yang menjadi panutan Santoso Rohmad saat dipercaya menahkodai bank umum daerah. Terlebih kini tantangan zaman semakin berkembang dengan hadirnya teknologi yang kian canggih.

Sejak resmi dilantik sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY awal September lalu, Santoso menyadari banyak tantangan yang harus dihadapinya dalam menahkodai bank daerah ini. Memasuki era baru revolusi industri 4.0, persaingan yang ketat di berbagai industri tidak dapat terelakkan, terutama di sektor perbankan.

Memulai karier di bank daerah ini pada 1991, Santoso menyadari bank daerah akan terus menghadapi berbagai tantangan berat ke depannya. Seiring berkembangnya zaman, tentu akan semakin mendorong pelaku industri ini untuk dapat menyesuaikan diri.

"Apalagi kini memasuki era revolusi industri 4.0, [persaingan] industri perbankan semakin ketat. Perbankan secara umum harus menyesuaikan tuntutan era ini, yang mana teknologi menjadi salah satu keniscayaan yang harus dihadapi dan diikuti," ujar Santoso saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Senin (24/9).

Kendati harus mengikuti perkembangan zaman, dalam memimpin bank ini Santoso akan tetap berpanutan pada misi yang diemban Bank Pembangunan Daerah tersebut. Peningkatan kualitas di berbagai lini Bank BPD DIY akan terus menjadi prioritas yang akan terus diupayakan untuk mendorong kemajuan bank ini.

Santoso menyadari peran Bank BPD DIY tidak sekadar sebagai bank umum milik daerah. Akan tetapi, Bank BPD DIY juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik di daerah.

"Karena hampir semua penerimaan daerah itu melalui BPD DIY. Menjawab tantangan itu, kami juga harus mampu menerjemahkan visi misi pemerintah daerah," ungkap pria yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan PT Bank BPD DIY itu.

Tanpa meninggalkan akar budaya Jawa, karakter kepemimpinan yang terus dijalankannya selalu mengusung nilai-nilai filosofis yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara. Tiga nilai filosofis yang dicetuskan bapak bangsa pendiri Taman Siswa ini menjadi panutan bagi Santoso dalam memimpin bank daerah tersebut.

"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani adalah suatu bentuk [karakter] kepemimpinan yang bagus dari akar budaya bangsa ini. Dari dulu saya selalu menerapkan prinsip kepemimpinan seperti ini," ungkap pria kelahiran Bantul, 1 Maret 1964 itu.

Bagi Santoso, seorang pemimpin berada di depan agar senantiasa dapat menjadi contoh yang baik bagi karyawannya. Pemimpin juga harus dapat mendorong karyawannya untuk dapat sama-sama maju mengembangkan perusahaan. Tut Wuri Handayani, menjadi pemimpin yang dapat terus menyemangati untuk kemajuan bersama.

Untuk itu, dalam menjalin hubungan dengan karyawan, tak sekadar mengutamakan sisi profesionalisme. Akan tetapi dalam hubungan sosial, kekeluargaan dan guyub juga menjadi hal yang penting bagi Santoso dalam membangun lingkungan kerja yang positif.

"Misalnya melalui kegiatan bersepeda bersama, karena kebetulan ini salah satu aktivitas rutin yang kami lakukan. Dalam kegiatan santai inilah, terkadang aspirasi positif yang membangun itu muncul," ungkap alumnus Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia ini.