Pemerintah Diminta Benahi Destinasi Wisata

Pemerintah Diminta Benahi Destinasi WisataIlustrasi turis asing. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
29 Oktober 2018 05:30 WIB Yanita Petriella Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pembenahan destinasi wisata diperlukan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sehingga dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun depan.

Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari mengatakan saat ini pemerintah masih bertumpu pada program promosi untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang dinilai kurang signifikan pengaruhnya. "Di tahun ini, kunjungan wisman dengan berbagai event yang ada seperti Asian Games, Asian Para Games, IMF dan WB forum sangat disayangkan kalau enggak bisa capai target 17 juta wisman. Tahun depan tidak ada event seperti itu sangat susah," ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (28/10).

Pemerintah selama ini dinilai hanya fokus promosi untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia. Padahal, saat ini yang dibutuhkan pembenahan destinasi dari segi kebersihan, keamanan, kelengkapan infrastruktur, dan enviromental sustainability Indonesia yang masih rendah.

Program promosi yang menjadi tumpuan pemerintah dalam menarik wisman hanya untuk tahap awal mengenalkan wisman ke Indonesia. Selanjutnya agar mempertahankan wisman yang sudah pernah datang berwisata ke Indonesia untuk kembali lagi memang perlu ada strategi khusus.

"Ini bisa dilihat dari kunjungan wisman yang tidak merata setiap bulannya. Wisatawan yang pernah datang, dibuat rindu untuk kembali lagi ke Indonesia, ini yang perlu dipikirkan bagaimana caranya," katanya.

Selain itu, dia menuturkan perlu pengemasan produk dan strategi mengenalkan destinasi wisata baru di luar yang saat ini sudah terkenal di mata dunia. Pasalnya, selama ini hanya wilayah tertentu saja yang mampu mendatangkan wisman.

Azril juga menambahkan agar hitungan dalam membuat strategi target pencapaian kunjungan wisman tak bisa hanya mengandalkan rerata kunjungan tiap bulan. "Tiap bulan kan berbeda-beda jumlah yang datang. Enggak bisa jadi patokan hitungan target pencapaian di tahun depan," ucapnya.

Pemerataan Turis

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar menuturkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebesar 40% berada di Bali dan sekitarnya, lalu 30% di Jakarta, 20% berada di Batam dan sisanya 10% berasa di 30 Provinsi yang ada di Indonesia.

Pihaknya tak memungkiri daerah lain seperti wisata Raja Ampat di Papua Barat, lalu Danau Toba di Sumatra Utara belum dapat menandingi Bali dan belim mampu menarik banyak turis ke luar tiga destinasi itu. "Ini yang menjadi tugas bersama, jangan hanya mengandalkan tiga wilayah ini, karena banyak destinasi wisata di Indonesia," katanya.

Menurutnya, yang perlu dilakukan pemerintah juga memperkuat 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) dan lagi memperkuat infrastruktur telekomunikasi Internet. Kendati demikian, dia tetap meyakini target kunjungan wisman di tahun depan dapat mencapai target 20 juta orang. "Rerata tiap bulan kan sekarang 1,5 juta kunjungan jadi ya pasti bisa capai 20 juta tahun depan," ujar Asnawi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan meski tahun ini kunjungan wisman hanya bisa mencapai 16,5 juta dari target 17 juta kunjungan, dia meyakini tahun depan sebesar 90% target kunjungan wisman yang 20 juta wisman dapat tercapai. "Karena rerata sudah 1,5 juta wisman perbulan dikali 12 bulan sudah 18 juta tahun depan. Tinggal cari dua juta wisman lagi," ucapnya.

Untuk mencari dua juta kunjungan wisman di tahun depan agar bisa mencapai target yakni dengan menarik para wisman yang sering ke Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau. Ketiga wilayah itu merupakan wilayah favorit yang kerap dikunjungi wisman.

Dia menambahkan salah satu faktor yang dapat memacu tambahan turis di Bali yakni adanya kapasitas pergerakan pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dimana dari 25 hingga 30 penerbangan per jam.

Dengan tambahan tersebut dapat berkontribusi meningkatnya turis dari 1 hingga 1,5 juta orang. "Kalau Kepulauan Riau kami akan dorong warga Singapura untuk berbelanja juga di hari kerja," kata Arief.

Kurs Rupiah

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai pemerintah terlalu optimistis mencapai target kunjungan wisman 20 juta pada tahun depan. Memang tak dipungkiri, nilai tukar rupiah yang masih mengalami tekanan berdampak positif untuk menarik minat wisman berplesir ke Indonesia.

Namun demikian, masih terbatas infrastruktur pariwisata di sebagian besar daerah di Indonesia ini pun juga menjadi kendala wisman berlibur di Tanah Air. Selain itu, kondisi politik di tahun depan dengan adanya pemilihan umum presiden dan legislatif juga menjadi pertimbangan para wisman berkunjung ke Indonesia.

"Pemilihan presiden dan legislatif 2019, serta kondisi alam yg sedang kurang stabil (sering gempa, gunung meletus), serta belum pulihnya ekonomi negara-negara utama wisman yang ke Indonesia akan menjadi tantangan mencapai target 20 juta itu," tutur Eko.

Sumber : Bisnis Indonesia