Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Ilustrasi pajak/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Rendahnya tax ratio memiliki efek yang cukup besar. Selain dicap sebagai negara yang tak memiliki kemampuan pembangunan yang berkelanjutan, rasio pajak yang kurang dari 16%, ternyata membuat pemerintah kehilangan potensi penerimaan pajak sekitar Rp750 triliun.
Oleh karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merasa perlu untuk mencari cara guna menaikkan performa penerimaan pajak, misalnya melalui inklusi pajak. Inklusi pajak sendiri merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pajak.
“Edukasi dan pemahaman pentingnya pajak dan kesadaran membayar pajak bagian dari strategi kami semua untuk meningkatkan penerimaan negara yang akan kembali ke masyarakat juga,” kata Sri Mulyani akhir pekan kemarin.
Sebagai gambaran, penerimaan pajak terhadap total penerimaan negara lebih dari 70% dan pada 2019 diperkirakan tembus di angka 80%. Proporsi pajak tersebut, menurut bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini masih kecil karena potensi penerimaan sebenarnya sangat besar. Untuk melihatnya sangat mudah, pasalnya dari sisi tax ratio masih di bawah 15%. Apalagi, produk domestik bruto (PDB) Indonesia sudah mendekati Rp16.000 triliun. Namun penerimaan pajak baru Rp1.600 triliun.
"Kalau tax ratio bisa dinaikkan sekitar 16 persen dari PDB, maka kita punya potensi hampir Rp750 triliun," jelasnya.
Saat ini jika dilihat rasio pembayar pajak, dari 10 orang yang bekerja di Indonesia baru satu yang terdaftar sebagai wajib pajak (WP). Dari 10 orang WP, yang benar-benar membayar pajak hanya satu orang.
"Yang betul-betul menyampaikan surat pemberitahuan tahunan hanya lima orang. Kami menyadari tugas konstitusi mengumpulkan pajak bukan tugas yang mudah. Dibutuhkan pemahaman dan kesadaran yang harusnya ditanamkan sejak usia dini," jelas Menteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.