KUR Pariwisata Diharapkan Berdayakan UMKM

KUR Pariwisata Diharapkan Berdayakan UMKMIlustrasi turis asing. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
10 Desember 2018 12:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Skema pembiayan untuk sektor pariwisata melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata, sedianya akan diluncurkan pemerintah pada 2019 mendatang. Pembiayaan tersebut dinilai dapat mendorong pengembangan pariwisata di DIY, terutama pada sektor usaha penopang pariwisata.

"Antara lain industri yang dijalankan pelaku usaha UMKM, seperti kerajinan, industri makanan olahan hingga homestay. Diharapkan menjadi sektor yang lebih banyak diberdayakan melalui skema KUR tersebut," ujar Kepala Kanwil DJPB DIY Heru Pudyo Nugroho kepada Harian Jogja, Minggu (9/12).

Sebagai pembina penyaluran KUR di DIY, Dirjen Perbendaharaan Kanwil DIY siap mengawal realisasi penyaluran pembiayaan tersebut. Heru mengungkapkan agar skema pembiayaan ini dapat diakses tepat sasaran dan mengantisipasi terjadinya overlapping debitur, maka pemanfaatan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) akan dioptimalkan.

Heru menjelaskan sistem tersebut berisi database debitur potensial yang diinput oleh pemda, sehingga perbankan penyalur KUR dapat mengakses dan mendapatkan informasi akurat terkait debitur potensial yang usahanya dapat dibiayai dengan skema pembiayaan tersebut.

"Itu untuk mengantisipasi terjadinya dobel pembiayaan. Sehingga debitur yang sudah mendapatkan KUR lain tidak lagi bisa mengakses KUR Pariwisata," jelas Heru.

Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Setda DIY Sugeng Purwanto mengungkapkan KUR khusus pariwisata merupakan salah satu entry point penting yang akan dilakukan Pemda DIY di tahun depan. Pariwisata merupakan core business DIY, sehingga pemanfaatan KUR tersebut akan didorong. "Pariwisata sebagai pemicunya. Kami berharap sektor-sektor pendukung pariwisata dapat didorong memanfaatkan KUR ini," ungkap Sugeng.

Perbankan penyalur KUR yang ditunjuk pemerintah juga cukup siap untuk merealisasikan program tersebut tahun depan. Kepala BRI Kanwil DIY Hendro Padmono dalam suatu kesempatan mengungkapkan pembiayaan KUR ini cukup spesifik. Pasalnya, pembiayaan tersebut ditujukan untuk daerah-daerah yang memang memiliki potensi pariwisata yang besar. Menurut dia, Jogja merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut.

"Kota ini merupakan daerah yang memiliki banyak industri kreatif, banyak destinasi wisata, selain itu banyak guest house dan sentra-sentra usaha pariwisata yang bisa dibiayai KUR Pariwisata," papar Hendro.