Glamping Pertama di Bukit Menoreh Dibuka Februari

Glamping Pertama di Bukit Menoreh Dibuka Februari Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
02 Januari 2019 08:31 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki 2019, Badan Otorita Borobudur (BOB) bersiap membuka destinasi baru di Perbukitan Menoreh sebagai salah satu program pengembangan pariwisata yang dicanangkan pemerintah. Glamor Camping pertama siap dibuka pada Februari mendatang.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Senin (31/12). "Ada satu investor yang sudah siap membangun, rencananya pada Januari ini mulai membuat glamping [glamor camping] pertama," ujar Indah.

Indah mengungkapkan saat ini, nota kerja sama tengah dibuat agar pengembangan kawasan glamping pertama itu dapat segera dilakukan investor. Rencananya, di atas kawasan seluas 259 hektare secara bertahap akan dikembangkan kawasan kemping mewah.

"Akan ada tenda-tenda cantik, serta kami lengkapi meeting room dan dining room untuk memfasilitasi wisatawan yang datang ke destinasi baru ini," ungkap Indah.

Pada tahap awal pengembangan, glamping pertama akan dibangun di atas lahan seluas dua hingga tiga hektare. Pengembangan kawasan glamping pertama ini, kata Indah, tidak akan memakan waktu yang lama. Dia menargetkan glamping pertama tersebut nantinya siap diluncurkan pada Februari 2019.

Selain penataan fasilitas di kawasan tersebut, penyajian atraksi atau aktivitas wisata lain juga akan digarap bersamaan. Indah mengungkapkan akan ada operator atau pengelola yang nanti akan memberikan pembinaan pada warga sekitar, agar tamu yang datang tidak sekadar dapat menikmati hutan alami, tetapi juga bisa memiliki pengalaman unik dengan adanya interaksi dan atraksi wisata di kawasan tersebut.

"Jadi tidak hanya bermanfaat bagi investor dan pemerintah, akan tetapi juga bisa memberikan manfaat pada warga sekitar. Secara hospitality mereka nanti akan dibekali pembinaan oleh pengelola kawasan wisata, seperti bagaimana melayani tamu yang baik," kata Indah.

Untuk menarik tamu, Indah mengungkapkan akan menggandeng komunitas pencinta wisata untuk mengembangkan pasar digital. Hal itu sejalan dengan tren anak-anak milenial, yang diharapkan dapat turut mendorong promosi kawasan wisata ini.

"Sedangkan untuk kawasan ini sendiri, nantinya pada tahap pertama dapat menampung 60 orang yang menginap. Serta untuk meeting room dan dining room bisa muat menampung 70-80 orang," papar Indah.