Suka Pakai Uang ELektronik? Ini Dia, Kelemahannya

Suka Pakai Uang ELektronik? Ini Dia, KelemahannyaIlustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr
25 Januari 2019 07:37 WIB Tika Anggreni Purba Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah Indonesia sedang menggalakkan penggunaan dompet elektronk untuk mengurangi peredaran uang tunai (cashless). Namun transaksi dengan uang elektronik memiliki kelemahan tersendiri. 

Makin banyak pengguna dompet elektronik atau e-wallet, makin tinggi pula transaksi keuangan elektronik tersebut. Katakanlah kehadiran OVO, Go-Pay, dan sejenisnya. Hadirnya uang elektronik ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang menginginkan kepraktisan, sekaligus juga keamanan bertransaksi.

Menurut perencana keuangan OneShildt Financial Planning Budi Raharjo transaksi nontunai memang memiliki kelebihan dari segi kepraktisan dan keamanan. Selain itu, banyak manfaat yang diberikan dalam bentuk promosi untuk para penggunanya. Inilah yang menyebabkan banyak masyarakat tertarik untuk mencoba dan menggunakannya.

Saking masifnya penggunaan uang elektronik, Budi mengingatkan agar tetap bijaksana dalam menggunakannya. Meskipun memiliki sejumlah manfaat, kata Budi, uang elektronik juga memiliki kelemahan seperti bergantung pada perangkat elektronik yang membutuhkan listrik dan internet.

 “Kemudian juga memiliki tingkat kerawanan terhadap cyber crime, dan terkadang kita lupa jumlah uang yang disimpan karena banyaknya aplikasi dompet digital,” katanya.

Apalagi saat ini para penyedia uang elektronik memberikan promosi yang menggiurkan sehingga membuat penggunanya konsumtif. Orang banyak tergiur untuk bertransaksi karena melihat promosi sebagai kesempatan membeli.

“Meskipun terkadang barang-barang atau produk yang dibeli kurang prioritas atau kurang dibutuhkan,” ujar Budi.  

Menurut Budi, konsumsi uang digital tidak menimbulkan efek psikis mengorbankan uang karena otak tidak merasakan pengeluaran secara digital dibandingkan dengan uang tunai. Itulah sebabnya pasti ada perbedaan antara membeli dengan uang tunai dengan nontunai.

Apa yang perlu dilakukan agar pengguna uang nontunai tidak terjebak pada sikap boros dan konsumtif menggunakan uangnya?

Budi merekomendasikan agar konsumen membatasi jumlah uang yang dialokasikan dalam aplikasi. “Selain itu belanjakan uang tersebut sesuai prioritas dan kebutuhan,” katanya.

Ia juga menyarankan agar konsumen jangan terlalu banyak memiliki aplikasi uang elektronik di ponsel agar tidak mengalami kesulitan untuk memonitor keuangan.  

 

Sumber : bisnis.com