Jonan Sebut Jargas Merupakan Insentif Bagi Rumah Tangga

Jonan Sebut Jargas Merupakan Insentif Bagi Rumah TanggaMenteri ESDM Ignasius Jonan sedang melakukan survei untuk melihat minat masyarakat terhadap premium di SPBU Jalan Kaliurang Kilometer 11,5, Kamis (7/6/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
06 Februari 2019 04:32 WIB David Eka Issetiabudi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut terbitnya tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil menjadi titik cerah bagi masyarakat mendapatkan harga gas yang lebih terjangkau.

Jonan mengamini hadirnya Perpres tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah bagi masyarakat. "Insentif diberikan dalam bentuk harga gas yang terjangkau melalui jaringan gas untuk rumah sederhana sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya ketika dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (5/2).

Pembangungan dan pengembangan proyek jaringan gas rumah tangga (jargas) akan mengalirkan gas pipa atau gas alam (Natural Gas) langsung dari lapangan migas.

Pemerintah mengklaim jargas ini jauh lebih aman karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG. Artinya, apabila ada kebocoran, gas langsung naik ke atas ke udara bebas. Gas pipa merupakan gas bumi yang langsung dialirkan dari dari lapangan gas setelah proses pemurnian untuk digunakan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri.

Sementara itu, LPG (liquefied petroleum gas) atau gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10). Menurut jenisnya, LPG dikelompokkan menjadi LPG propana, LPG butana dan LPG campuran (mix) yang merupakan campuran dari kedua jenis LPG tersebut. LPG dapat dari penyulingan minyak mentah atau dari kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi.

Pemerintah menargetkan pembangunan lima juta sambungan rumah Jargas pada 2025. Dengan begitu, ke depannya program ini diharapkan dapat memangkas subsidi LPG 3 kilogram (kg) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Keunggulan lain adalah dapat dilakukan penghematan baik dari sisi konsumen maupun Pemerintah. Penggunaan Jargas dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp90.000 per bulan per keluarga. Jargas juga lebih praktis, bersih, murah, mengalir 24 jam, dan aman dibandingkan tabung LPG 3 kg.