Jogja Fashion Parade Angkat Tema Keragaman

Jogja Fashion Parade Angkat Tema KeragamanPara desainer yang berpartisipasi pada hari kedua gelaran Jogja Fashion Parade 2019, Sabtu (23/2)./ Harian Jogja - Rheisnayu Cyntara
25 Februari 2019 23:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Fashion Parade 2019, acara tahunan yang diselenggarakan oleh Galeria Mall bekerja sama dengan Asmat Pro mengangkat tema Colour Diversity. Total ada 60 desainer yang berpartisipasi pada acara yang digelar di Atrium Galeria Mal pada Jumat-Minggu (22-24/2) ini.

Ketua Panitia Jogja Fashion Parade 2019, Nyudi Dwijo Susilo mengatakan dari tahun ke tahun tema yang diangkat selalu berubah. Namun Asmat Pro selalu berusaha mengangkat kekayaan wastra Nusantara yang memiliki berbagai macam jenis dan juga warna. Maka tema tahun ini pun sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tahun lalu yang mengangkat tema Colouring of Nusantara. "Kami sadar betul Indonesia punya potensi wastra yang begitu banyak dan beragam. Meski kami tak mewajibkan seluruh desainer harus memakai wastra tersebut untuk mencipta karya namun 75 persen dari mereka memakai wastra Nusantara," ujarnya kepada Harian Jogja, Sabtu (23/2) malam.

Selain itu, Nyudi menginginkan wastra Nusantara dapat dibuat menjadi busana yang urban dan kekinian. Ide-ide dan karya yang segar menjadi branding Jogja Fashion Parade ini. Sebab menurut Nyudi pihaknya tak hanya menggandeng para desainer yang profesional tetapi juga memberi ruang pada para desainer muda untuk turut serta. Ia berharap dengan berpartisipasi pada gelaran ini, para desainer muda tersebut makin percaya diri dengan karya yang ia buat sekaligus dapat mengevaluasi atas karyanya. "Para desainer pemula bisa melihat, oh ternyata bajuku kalau sudah dipakai seperti itu ya tampilannya. Ajang ini sekaligus bisa membantu branding mereka sebagai desainer pemula," ucapnya.

Nyudi juga berharap melalui ajang ini, karya para desainer Jogja bisa makin diterima oleh masyarakat luas. Apalagi dibandingkan tahun sebelumnya ada berbagai peningkatan dari segi penyelenggaraan acara yang dilakukan oleh Asmat Pro. Di antaranya melibatkan koreografer berskala nasional dan beberapa model dari Ibukota. Dengan beberapa peningkatan tersebut, pihaknya berharap Jogja Fashion Parade kali ini dapat naik kelas dengan tampilan yang lebih bagus dan menarik makin banyak peserta pada penyelenggaraan tahun depan.

Ia juga menambahkan tema yang diangkat kali ini juga sesuai dengan tren busana yang diprediksi akan berkembang pada 2019, yakni yang berani untuk bermain warna dan pola seperti potongan-potongan yang asimetris. Namun tetap menjaga harmonisasi antara berbagai warna yang dipadupadankan tersebut.

Marcomm Galeria Mal, Apriana menuturkan Jogja Fashion Parade 2019 telah memasuki penyelenggaraan di tahun kelima. Ana mengakui acara yang diselenggarakan setiap tahun tersebut berusaha memberikan ruang bagi para desainer Jogja baik profesional maupun pemula untuk berkarya dan mengenalkan karyanya kepada masyarakat luas. Beberapa di antaranya Felix, Phillip, Rosi Bridal, Jim's Bridal, Sofia Rinonce, Parameswari, Hosana Moda, Indahdari, Gee Batik, dan lain-lain.

Ana menyebut tahun ini ada beberapa sub tema yang diangkat. Yakni modest wear pada hari pertama, cocktail & evening wear pada hari kedua dan urban & etnic wear pada hari terakhir penyelenggaraan.