Kebutuhan Beras hingga Pasca-Lebaran Aman

Kebutuhan Beras hingga Pasca-Lebaran AmanPetugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
26 Februari 2019 06:30 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan pasokan beras di DIY dinilai aman meskipun Lebaran tinggal beberapa bulan lagi. Pemerintah berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan beras. Optimisme itu didukung musim panen yang akan segera tiba.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Rini Andrida mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir akan stok beras. Ketersediaan beras dinilai aman baik untuk Lebaran maupun setelahnya. Ia menyebutkan secara nasional dan juga DIY stok beras saat ini masih sangat aman karena stok sangat besar. Untuk DIY sendiri, stok beras sekitar 28.000 ton. Selain itu, Bulog Divre DIY juga sudah menyerap hingga 370 ton.

"Beras untuk penyaluran ke  Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga [KPSH] juga sangat cukup dan masih berjalan. Sampai saat ini penyaluran ke KPSH sudah 7.000 ton. Angka ini dibanding tahun lalu lebih tinggi untuk periode yang sama," ujar dia melalui sambunan telepon, Senin (25/2).

Ia menyebutkan stok beras itu tersebar di gudang-gudang Bulog yang ada di DIY, Kedu, Banyumas. Selain itu, ada program nasional untuk menyalurkan beras dari daerah yang surplus stok beras ke daerah yang kekurangan stok beras.

Anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang juga merupakan Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI DIY Probo Sukesi mengatakan terkait masa panen, dalam rapat koordinasi TPID pekan lalu masih meyakini panen raya padi tetap pada Maret-April 2019. Diperkirakan panen raya 2018/2019 tidak banyak terganggu karena faktor cuaca.

"Dari data Dirjen Tanaman Pangan, sampai Januari 2019, lahan pertanian yang terdampak akibat kemarau secara nasional seluas 42 hektare [ha] dan banjir tiga ha, sangat rendah," ujar dia.

Ia menyebutkan sebagai langkah antisipasi, Bulog Divre DIY masih akan melanjutkan program KPSH. Ia menyebutkan saat ini stok beras Bulog Divre DIY sebesar 10.000 ton. Pada 2019, Bulog Divre DIY ditagetkan ada penyerapan tambahan lebih dari 80.000 ton," ungkap dia.

Harga Stabil

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan sampai saat ini persedian stok beras cukup untuk beberapa bulan ke depan baik yang ada di gudang Bulog maupun yang ada di para pedagang. Sementara, untuk harga sampai saat ini masih stabil. "Hanya ada komoditas yang mengalami kenaikan untuk beras premium tertentu, tetapi jenis beras premium lainnya masih sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi)," kata dia.

Adapun langkah yang diambil untuk antisipasi kekurangan stok dan kenaikan harga adalah dengan mengoptimalkan pasokan dan ketersediaan. "Kami telah mengadakan operasi pasar di kabuaten dan kota. Untuk kebutuhan beras hingga seusai Lebaran saya rasa aman," ujar dia.

Pihaknya telah menggelar operasi pasar beras untuk menjaga kestabilan harga beras. OP beras dilakukan pada 6-23 Februari di seluruh wilayah DIY lantaran harga beras dipandang masih naik turun.

"Kami alokasikan 40 ton untuk OP ini dengan harga dari Bulog Rp8.100 per kg, sedangkan biaya transportasi dan lainnya ditanggung oleh pemerintah," papar dia.

Pelaku Unit Usaha Gapoktan Sindumartani, Sleman Agus Listya Wibawa mengungkapkan stok beras saat ini cukup melimpah. Bahkan, pelaku usaha dan petani merasa harga beras saat ini sedang turun karena minimnya permintaan. Padahal pada awal Maret 2019, semua anggotanya mulai panen.

"Saat ini stok beras mencapai 15 ton, gabah baru mulai panen. Awal Maret sudah panen semua. Kira-kira potensinya ratusan ton dari 19 kelompok tani yang jadi anggota kami," kata dia.