Tarif De Loano Ditentukan April, Berapa Harga Barunya?

Tarif De Loano Ditentukan April, Berapa Harga Barunya?Tim Survei Lokasi Glamours Camping (Glamping) yang terdiri dari staf Badan Otorita Borobudur (BOB), staf Perhutani dan investor sedang membuat sketsa glamping di Kawasan Sub Petak 99P, Desa Sedayu Kecamatan Loanu Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (2/1). Rencana, tim ini akan menentukan lokasi untuk mendirikan glamping di zona otorita BOB yang akan diresmikan pada Februari 2019. - Ist./BOB
26 Februari 2019 14:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Resmi dibuka pada 14 Februari lalu, objek wisata baru yang dikelola oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) dengan konsep glamorous camping (glamping) yakni De Loano masih menggunakan tarif sementara atas instruksi Menteri Pariwisata Arief Yahya. BOB berharap tarif resmi De Loano dapat ditentukan pada April mendatang.

Direktur Destinasi BOB, Agustin Paranginangin mengatakan untuk tahap awal pemasaran De Loano dari pertengahan Februari hingga akhir Maret mendatang, tarif yang digunakan belumlah resmi, yakni sesuai instruksi lisan dari Menteri Pariwisata sebesar Rp600.000 per tenda berisi enam tempat tidur. Tarif ini sekaligus sebagai harga promosi untuk menarik wisatawan untuk datang ke objek wisata baru yang bertemakan culture and adventure tourism.

Namun, Angin menyebut saat pemberlakuan tarif sementara ini berakhir pada Maret mendatang, tarif resmi akan segera ditentukan. Saat ini menurutnya pihak BOB dan stakeholder terkait seperti Pemda  DIY dan Pemkab Kulonprogo termasuk masyarakat tengah menyusun paket-paket wisata yang bakal ditawarkan kepada wisatawan yang berlibur di De Loano. Pasalnya masyarakat sekitar De Loano telah mengembangkan tiga atraksi wisata yakni memetik daun teh hingga proses sangrai, mengambil air nira hingga proses memasak gula aren, dan mengambil rumput hingga memberi makan ternak domba.  "Ada juga tiga gardu pandang yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten Kulonprogo, yakni yang terletak di Nglinggo, Tritis, dan Widosari," katanya kepada Harian Jogja, Senin (25/2).

Nantinya paket-paket wisata tersebut akan menjadi salah satu komponen pertimbangan BOB untuk menetapkan tarif resmi menginap di De Loano. Angin menyebut ada tiga komponen penting yang akan dipertimbangkan. Pertama, komponen biaya produksi dan operasional seperti harga paket wisata dan fasilitas makan malam dan sarapan yang disediakan untuk wisatawan.

Kedua, pertimbangan daya beli wisatawan dan segmen yang dituju. Dengan segmentasi menengah ke atas dan juga wisatawan mancanegara, tarif resmi tentu akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di segmen tersebut. Ketiga, pertimbangan tarif homestay yang sudah dikembangkan masyarakat di sekitar De Loano. Angin mengakui sudah ada beberapa homestay yang dikelola oleh masyarakat. Maka tarif De Loano tidak bisa sama atau bahkan lebih rendah dibandingkan tarif homestay tersebut.

"Pasti akan lebih tinggi karena kami tidak mau bersaing dengan masyarakat, tidak fair. Awal April nanti sudah ditentukan tarif resminya," ujarnya.

Angin juga menyatakan optimistis objek wisata baru ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Pasalnya dalam seminggu ini, sudah terlihat adanya peningkatan kunjungan ke wilayah Nglinggo pada akhir pekan. Rasa penasaran masyarakat untuk melihat objek wisata baru ini bisa jadi magnet yang ampuh meningkatkan jumlah wisatawan.