Advertisement
EDDY GUNAWAN : Belajar Jadi Orang Baik di Bisnis Asuransi
Head of Office PT Asuransi Wahana Tata Yogyakarta Office Eddy Gunawan/ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Berkecimpung di dunia asuransi sejak 2004 membuat Head of Office PT Asuransi Wahana Tata Yogyakarta Office Eddy Gunawan belajar banyak hal. Hal utama yang ia dapat yakni belajar menjadi orang baik di dunia bisnis asuransi.
Eddy Gunawan mengawali kariernya di dunia asuransi sebagai peserta magang PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) pada 2004. Saat itu ia bergabung di Aswata Malang, Jawa Timur. Ia merintis kariernya dengan ketekunan dan kerja keras hingga menjadi wakil. Ia bertugas di Aswata Malang hingga 2015.
Advertisement
Kemudian, pada Maret 2015 ia dipindahtugaskan ke Surabaya untuk menjadi wakil juga hingga Desember 2017. Pada Januari 2018 ia mendapatkan promosi dan dipindahtugaskan untuk mengelola Aswata Jember.
"Di Jember cuma setahun lalu pindah lagi ke DIY," ujar dia kepada Harian Jogja, Rabu (27/2).
BACA JUGA
Ia mengaku ketika awal bersentuhan dengan bisnis asuransi ia tidak langsung klik. Hal itu dikarenakan masyarakat masih awam dengan asuransi. Namun, seiring berjalannya waktu ia menemukan klik itu dan keasyikan sendiri. Menurutnya bekerja di perusahaan asuransi merupakan pekerjaan yang mulia.
"Di sini saya menjadi orang baik. Doa-doa yang kami panjatkan selalu baik agar tidak ada musibah dan aset nasabah tetap aman. Selain itu, di sini ada jenjang karier juga," imbuh dia.
Ia memahami masih banyak masyarakat yang belum benar-benar mengerti soal asuransi. Karena ketidakpahaman itu terkadang masyarakat merasa dibohongi oleh pihak asuransi. Padahal semua sudah tertulis di dalam ketentuan. Keengganan masyarakat untuk membaca secara saksama dan detail itulah yang membuat mereka kurang paham.
Aswata pun ingin berperan dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap asuransi. "Saya mendorong teman-teman untuk menyampaikan secara gamblang soal asuransi yang ditawarkan Aswata kepada konsumen. Agar masyarakat paham," kata dia.
Hal itu dilakukan juga untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Pasalnya inti bisnis asuransi adalah kepercayaan. "Kalau enggak percaya, enggak mungkin orang mau beli polis. Kami di sini belajar jadi orang baik agar dipercaya," kata dia.
Ia mengatakan ingin selalu memberikan solusi pada nasabah yang membutuhkan informasi. "Kami beri edukasi. Kalau ada yang tidak paham akan kami beri tahu. Nasabah harus memahami polis yang dibeli. Kalau kita menanam hal baik hasilnya akan baik."
Pindah ke DIY yang memiliki karakter berbeda menuntut Eddy untuk menyesuaikan diri. "Ini baru satu bulan di DIY. Masih belajar. Bersyukur bisa belajar," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Layanan SIM Sleman Libur saat Lebaran 2026, Cek Jadwal Dispensasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Jelang Lebaran
- Harga Emas Hari Ini Senin 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
- Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Segera Tender EPC
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
- Mendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran 2026
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
Advertisement
Advertisement







