Awal 2019, Semen Baturaja Peroleh pendapatan Rp266 Miliar

Awal 2019, Semen Baturaja Peroleh pendapatan Rp266 MiliarIlustrasi uang. - Bisnis/ Paulus Tandi Bone
17 Maret 2019 14:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, PALEMBANG--PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) meraup pendapatan Rp266,54 miliar pada awal 2019 yakni terhitung Januari-Februari atau tumbuh 2,0% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengatakan, kinerja positif ini disokong penjualan di segmen retail yang bisa tumbuh 14,0%. Ia mengatakan, capaian positif ini lantaran pangsa pasar produk sudah cukup baik di wilayah pemasaran yakni 6%.

Meski ada penurunan permintaan pada Februari sekitar 14,3%, SMBR tetap membukukan kinerja positif, apalagi pada bulan tersebut terjadi kenaikan pangsa pasar 2,0%.

"Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61 persen, Sumsel tetap menjadi pasar utama," kata Jobi sebagaimana dikutip Antara Minggu (17/3/2019).

Jobi mengatakan di tengah ketatnya persaingan industri semen di Tanah Air, SMBR berupaya terus mengembangkan pasar retail yang diperkirakan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.

Badan Usaha Milik Negara ini optimistis penjualan produk akan tumbuh 20% pada 2019 setelah pada tahun lalu berhasil mencatat kinerja 26%. Pada 2019, SMBR menargetkan dapat menjual 2,75 juta ton semen ke pasaran, setelah tahun lalu mampu menjual 2,18 juta ton.

Sejauh ini berdasarkan data perusahaan diketahui permintaan di wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung pada 2018 terbilang cukup besar yaini mencapai 6,9 juta ton, atau tumbuh 9,0 persen dibanding 2017.

Untuk menunjang target tersebut, menurutnya perusahaan juga telah membenahi sisi internal, sementara dari sisi produksi, SMBR telah memiliki dua pabrik di Baturaja dengan kapasitas produksi 3,85 juta ton/tahun.

Dengan beragam upaya tersebut, SMBR menargetkan peningkatan laba bersih setelah sebelumnya mengalami konsolidasi sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya, tahun 2019 ini merupakan momentum untuk rebound setelah tahun-tahun sebelumnya tertekan oleh alokasi dana untuk pembangunan pabrik Semen Baturaja.

Sumber : Antara