IDE BISNIS: Kerang Sang Raja, Rangkul Mahasiswa Jadi Karyawan

IDE BISNIS: Kerang Sang Raja, Rangkul Mahasiswa Jadi KaryawanProduk Kerang Sang Raja - ist
22 Maret 2019 07:57 WIB Salsabila Annisa Azmi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Delapan kali gagal mempertahankan bisnisnya, Muhammad Irfan, 20, tidak lantas menyerah. Irfan berpikir cepat mendirikan bisnis kuliner Kerang Sang Raja yang terinspirasi oleh bisnis makanan laut segar yang dijalankan sang ayah. Dia pun turut merangkul sesama mahasiswa untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam bisnis yang dijalankannya.

Dibesarkan dari kedua orang tua wirausahawan ternyata tak langsung membuat Irfan menjalankan ide bisnisnya dengan mulus. Sebelum memutuskan untuk mendirikan Kerang Sang Raja, Irfan telah menjajal delapan bisnis dan semuanya berakhir gagal. Antara lain bisnis travel agen dan cumi-cumi olahan yang sudah memiliki tiga outlet langganan.

"Saya pernah bisnis cumi-cumi olahan, itu karena saya terinspirasi ayah saya. Beliau supplier makanan laut segar. Tetapi gagal karena cumi-cumi kan makanan tren saat itu, ketika tren turun ya jelas sepi. Saya belajar enggak ikut tren lagi," kata Irfan kepada Harian Jogja, belum lama ini.

Setelah mengamati omzet bisnis cumi-cumi yang terus mengalami penurunan, Irfan langsung berpikir untuk berbisnis kerang. Menurutnya kerang bukanlah suatu tren. Buktinya di Jogja, ada 11 outlet makanan olahan kerang dengan nama yang sudah terkenal. Maka setelah bisnis cumi-cuminya resmi gagal, Irfan langsung menggandeng teman-teman kepercayaannya untuk merealisasikan ide bisnis kuliner kerangnya.

Irfan dan keempat kawannya berkeliling ke enam outlet kuliner kerang yang cukup terkenal di Jogja. Mereka datang untuk mengetahui di aspek mana bisnis kuliner kerang mereka bisa bersaing. Irfan tiba pada satu kesimpulan bahwa outlet itu kurang konsisten pada kualitas, misalnya ukuran daging kerang, dan rasa bumbu.

"Kalau mereka enggak mengupas kerang dan membersihkan dagingnya, maka Kerang Sang Raja menyajikan kuliner kerang kupas yang sudah dibersihkan. Soal rasa, kami pakai bumbu resep keluarga ibu saya, jadi beda dan konsistennya terjaga," kata Irfan.

Masalah harga, Irfan cukup yakin dirinya bisa bersaing. Sebab dirinya bisa mendapatkan bahan baku dengan harga miring dari bisnis supplier ayahnya. Dengan segala persiapan itu, Irfan sempat berpikir bisnisnya akan lebih mulus.

Memang pada kenyataannya bisnisnya langsung ramai diserbu mahasiswa. Sebab Irfan menyajikan kerang saus tiram dan kerang rica-rica dengan harga yang sangat miring dan pas di kantong mereka. Namun ternyata ujian tetap datang silih berganti.

Bisnis yang didirikan pada November 2018 itu awalnya kerap menerima komplain dari para pelanggan. Banyak pelanggan yang mengeluhkan rasa kuah kerang terlalu asin, ada juga pelanggan yang merasakan bahwa rasa kuah tidak sama dengan yang mereka beli pada hari sebelumnya.

Para pelanggan juga ada yang merasa bahwa besarnya daging kerang tak sebanding dengan besar cangkangnya.

"Kami enggak berlama-lama, begitu ada keluhan masuk kami langsung pikir solusinya di tempat. Akhirnya sejak itu kami berani kasih garansi, kalau rasa enggak sesuai bisa ganti. Kalau perlu kami kasih free. Sebab menurut saya enggak apa-apa rugi cost sekitar Rp20.000, daripada kepercayaan konsumen terhadap brand kami rusak, pasti cost ruginya lebih besar," kata mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta ini.

Solusi tersebut ternyata justru menjadi strategi jitu bagi Kerang Sang Raja. Antrean semakin mengular, omzet pun semakin meningkat. Namun bukan berarti cobaan absen datang. Ramainya outlet Kerang Sang Raja di Candi Gebang membuat tim harus berurusan dengan protes warga sekitar terkait parkir kendaraan yang meluap. Dalam hal ini, Irfan mengandalkan partnernya yang lebih bisa bernegosiasi dengan warga.

Mendirikan Cabang Baru

Berdasar pengalaman tersebut, Irfan jadi sadar bahwa membludaknya pelanggan harus diatasi dengan pendirian cabang baru. Lagi-lagi Irfan menemui cobaan di tengah rencananya tersebut. Satu persatu teman-teman yang diajaknya bekerja sama memilih hengkang dari Kerang Sang Raja karena kesibukan kuliah dan ketidakcocokan visi misi.

"Tersisa dua orang saja waktu itu. Saya dan seorang teman. Berat rasanya. Kami harus persiapkan bangun tenda dan segala macamnya berdua saja. Kalau hujan makin terasa repotnya," kata Irfan.

Irfan tak patah semangat, dia sadar tak mungkin terus-terusan dalam kondisi itu. Maka dia menggandeng teman-teman kampusnya untuk turut bergabung mengurus bisnis. Kini outlet Kerang Sang Raja sudah memiliki empat cabang.

Yakni Perempatan Jalan Candi Gebang, Jalan Kaliurang Km 12,5, Jalan Seturan Raya, dan Jalan Timoho. Satu outlet bisa menghasilkan omzet Rp40 Juta. Porsi yang disajikan seharga Rp13.000 hingga Rp18.000 dengan tambahan topping mozarella seharga Rp3.000.