Advertisement
Harga Naik Diperkirakan Sampai Pasca Lebaran
Salah satu pedagang berjualan di Pasar Denggung, Jumat (12/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Harga bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Sleman terus merangkak naik. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal April dan diperkirakan akan berlangsung hingga pasca Lebaran.
Salah seorang pedagang di Pasar Denggung, Partinah, mengatakan kenaikan harga dua komoditas tersebut sudah sejak Awal April lalu, saat ini, kata dia, harga bawang merah mencapai Rp43.000 per kg, dari harga normal sekitar Rp30.000 per kg.
Advertisement
“Kalau untuk Bawang putih kating Rp47.000, dari harga biasanya sekitar Rp20.000,” kata Partinah, Jumat (12/4/2019)
Meski harga mengalami kenaikan, ia mengatakan, masih banyak orang yang membeli. “Namun yang biasanya beli satu kilo, ya jadi paling beli setengah kilo,” ujar dia
BACA JUGA
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan untuk kenaikan harga bawang merah dalam kondisi stabil tinggi.
“Kenaikannya sedikit demi sedikit, tapi terus, konstan naik, sedangkan, harga bawang putih itu tidak tetap, masih mengalami kenaikan atau penurunan,” kata Tri Endah.
Ia mengatakan, kenaikan tersebut dikarenakan pasokan dan stok barang yang menipis, namun permintaan di pasar tinggi. Banyaknya hasil panen petani yang gagal di musim hujan menjadi penyebab stok barang menipis.
“Kondisi harga ini diperkirakan masih akan naik hingga 10 persen lagi, setelah lebaran baru harga turun, fenomenanya sama seperti tahun lalu. Di Sleman, pasokan bawang biasanya dari Wonosobo, Muntilan, Boyolali dan Jawa timur, kalau dari Sleman hanya sekitar 5-7 persen,” ucap dia.
Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Edi Sri Harmanto mengatakan, petani di Sleman belum familiar menanam bawang.
“Di Sleman budidaya bawang belum familiar. Untuk tahun lalu udah 20 hektare di Godean, Kalasan, hasilnya cukup bagus, mencapai 12 ton per hektare. Pada Mei nanti, akan mulai menanam bawang sekitar 20 hektare di wilayah Kalasan, setelah musim hujan selesai,” ujar dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Cuaca DIY, Selasa 31 Maret 2026: Semua Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement







