Bulbul Pernak-pernik dengan Gambar Unik

Bulbul Pernak-pernik dengan Gambar Unik Sinta Carolina menunjukkan sejumlah karyanya di rumahnya di Jalan Kaliurang Km 6,5, Jumat (10/5)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
12 Mei 2019 21:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berawal  dari keahlian menggambar sejak duduk di bangku SMA, Sinta Carolina perempuan kelahiran Jakarta 45 tahun silam itu mencoba berkreasi memadukan gambar-gambar unik buatannya dengan kaos, pouch, totebag, tas dan berbagai barang lainnya yang kini ia beri nama Bulbul.

Sinta menceritakan awal mula ia berkreasi pada 2014 silam, saat ia masih bekerja di UGM sebagai asisten salah seorang dosen di jurusan Arsitektur. Dari situ ia mengenal fotografi, gambar hingga sketch. Sinta juga pernah belajar fotografi di Kelas Pagi Yogyakarta (KPY) dan dari tempat itu ia mulai memotret makanan awalnya.

Dari situ, Sinta mulai gemar membeli majalah makanan. Ia melihat berbagai ilustrasi makanan, dan mulai mencoba-coba menggambar. Karya hasil gambarnyapun ia unggah ke media sosial, tidak disangkanya ada temannya menawari untuk pameran tunggal. Ia pun diminta untuk membuat kios merchandise yang awalnya hanya notebook, kaos yang akhirnya bertambah tempat pensil, hingga tas dan berbagai barang lainnya.

Berbagai barang dengan gambar unik yang ia dapat dari ide kehidupan sehari-harinya tertuangkan dalam karyanya itu. Mulai dari gambar kucing sebagai hewan yang ia sukai, mi instan, tumbuh-tumbuhan, buah sayur, jajanan pasar dan berbagai gambar unik dan menarik lainnya. Ia menggunakan dua teknik dalam pembuatannya, yaitu dengan sablon dan print.

Nama yang ia pilih Bulbul merupakan ide dari sebuah cerita tentang burung Bul-bul dan ia yang kerap disapa Bulek oleh rekan-rekannya dulu sehingga tercetuslah nama Bulbul itu.

“Ide dari keseharian saja. Gambar yang unik yang membedakan dengan yang lainnya, tidak diproduksi masal juga. Jadi limited. Beberapa ada pesan yang ingin disampaikan juga seperti jajanan pasar itu agar tahu kan orang-orang,” ucap Sinta, Jumat (10/5).

Respons baik pun didapatnya dari pengunjung saat awal pameranya itu dan banyak yang membeli. Akhirnya iapun menekuni kerja kreatifnya ini dan memutuskan keluar dari kerja kantorannya. Semakin banyak karya-karya yang ia buat, tawaranpun muncul mulai dari Kedai Kebun, toko Lemari Lila dan Green House Hotel. Hingga saat ini di tiga tempat tersebut menjual kreasi Bulbul, selain juga ada temannya yang membantu menjual di Malang dan penjualan dari online dengan berbagai koleksi yang dapat dilihat di Instagram @bulbulgiftshop.

 

Mencari Inspirasi

Meski sudah berjalan cukup lama, ia mengaku juga sesekali sempat tidak punya ide. Untuk memecahkan hal itu biasanya ia pergi ke toko buku dengan sang suami atau melihat referensi dari Internet. Selain dari ide Sinta sendiri, pembeli juga dapat memesan gambar sesuai yang diinginkan. Berbagai perpaduan gambar dan barang lainnyapun tengah ia siapkan untuk kedepan.

Harga yang ditawarkanpun menurutnya cukup terjangkau mulai dari Rp6.000 untuk postcard, alas gelas, gantungan kunci Rp15.000, dompet koin Rp25.000, pouch Rp75.000, kemudian totebag Rp175.000, tas Rp275.000-Rp400.000, dan harga lainnya tergantung jenis barang, besar kecil dan kerumitan pengerjaannya. Pembeli pun cukup banyak saat ini, terutama pembelian online dari Jakarta. Selain juga ia pernah membuatkan pembeli dari luar negeri. "Omzet cukuplah untuk muter usaha ini, buat kebutuhan sehari-hari dan nabung sedikit-sedikit," ucapnya.

Ia berharap kedepan usahanya ini semakin baik. “Harapannya ke depan makin dikenal, banyak yang suka jadi bisa memberi manfaat. Pesan-pesan yang ingin disampaikan bisa sampai, selain dari yang saya gambar, masyarakat juga mencintai produk lokal, yang tidak kalah dengan produk luar,” katanya.