Tabungan Emas Kini Lebih Diminati, Ini Alasannya

Tabungan Emas Kini Lebih Diminati, Ini AlasannyaBeberapa warga mengunjungi PT Pegadaian cabang Lempuyangan, Rabu (30/5). Hingga memasuki minggu ketiga Ramadan, transaksi gadai masih landai. - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
13 Mei 2019 08:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Selama Ramadan dan menjelang Lebaran, transaksi tabungan emas di Pegadaian dinilai mengalami peningkatan.

“Kalau mau Lebaran biasanya produk tabungan emas itu naik signifikan hampir 100 persen, misal biasanya 50 pengajuan tabungan jadi 100 tabungan, karena transaksi sangat mudah. Hanya memerlukan smartphone. Kalau penjualan emas fisik enggak signifikan,” ucap Vice President Pegadaian Kantor Cabang Yogyakarta, Mushonif, Jumat (10/5).

Menurutnya, pola investasi masyarakat saat ini telah berubah dari yang menyimpan atau investasi emas fisik ke tabungan emas. Produk ini menjawab kekhawatiran nasabah jika menabung emas dalam bentuk fisik dan dapat hilang.

“Kalau emas fisik juga kan bisa tunai atau cicilan. Nah kalau cicilan banyak yang lupa kadang sehingga jatuh tempo. Kalau dengan tabungan emas inikan bisa menyesuaikan uang yang dimiliki untuk menabung, dengan minimal hanya Rp7.000,” ujarnya.

Untuk wilayah DIY, penabung emas mencapai 11.000 orang. Menurutnya, karena lebih mudah daripada investasi emas fisik, tabungan emas akan lebih baik jika dibanding menabung dalam bentuk uang, yang cenderung orang lebih mudah untuk membelanjakannya. 

Dolar Tinggi

Pemilik Elegance Jewelry, Maria Lilies mengatakan penjualan perhiasan emas saat ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Zaman dulu sangat beda, dulu [penjualan emas] signifikan melonjak bisa 100 persen tetapi sekarang hampir tidak ada lonjakan berarti, tetapi ada pesanan khusus masihan,” ucapnya.

Ia menduga tidak signifikannya penjualan emas itu karena pengaruh nilai tukar dolar yang tinggi, dan membuat harga emas ikut tinggi. Masyarakat pun akhirnya lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. “Untuk mengakalinya ya malah mengurangi promo, pameran, pengeluaran yang kurang begitu penting,” ucapnya.