Medsos Sempat Dibatasi, Ini Curhat Pemilik Online Shop

Medsos Sempat Dibatasi, Ini Curhat Pemilik Online ShopIlustrasi belanja online - Bisnis.com
27 Mei 2019 06:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebijakan pembatasan akses media sosial beberapa waktu lalu, dampak kerusuhan demonstrasi menolak hasil Pemilu 2019 mengganggu usaha para pelaku bisnis daring. 

Pemilik usaha pernak-pernik Bulbul Giftshop, Sinta Carolina mengatakan media sosial (medsos) sangat penting sekali untuk mempromosikan produk baru atau sekadar memberi informasi untuk follower. Akibat pembatasan akses medsos, ia kesulitan untuk mengunggah produk-produk baru untuk promosi. Bahkan tidak bisa sama sekali. Terpaksa ia mesti libur mengunggah produk baru.

“Komunikasi dengan pembeli juga terganggu, apalagi yang lewat DM (direct message) Instagram. WhatsApp untungnya masih bisa. Waktunya tidak lama sebenarnya, tetapi bikin gemes juga,” kata Sinta, Minggu (26/5).

Untuk mengatasi masalah itu Sinta mengalihkan waktu bermedsos untuk mendesain produk-produk baru. Ia mencoba tetap produktif.

“Harapannya sih semoga enggak akan ada pembatasan lagi, karena penyebaran informasi itu hak tiap warga negara. Namun untuk yang kemarin sih saya maklum karena memang situasi sedang genting,” katanya.

Pebisnis online pembuatan boneka rajut, Nurlaini mengatakan dampak yang ia rasakan secara langsung tidak bisa melakukan promosi. “Untuk mengakali ya install VPN itu jadi lancar,” ucapnya.

Ia mengatakan medsos sangat penting baginya, karena pekerjaanya berhubungan langsung dengan medsos. Komunikasi ke konsumen juga menggunakan medsos. Jika tidak terbantu VPN, ia menilai sejumlah pesanan bisa batal karena tidak bisa konfirmasi.

Meski begitu, untuk usaha yang lebih menekankan preorder sepertinya tidak begitu banyak kerugiannya. “Kalau yang kena dampak mungkin yang lebih penjual online yang ready stock ya, Biasa pesanan banyak jadi menurun. Kalau saya made by order jadi tidak begitu pengaruh kemarin,” katanya.