Perlahan, Penggunaan Uang Digital Meningkat

Perlahan, Penggunaan Uang Digital Meningkat Direktur Operasional Ritel PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Anton F Siregar (kiri) bersama CEO PT Fintek Karya Nusantara (Link Aja!) Danu Wicaksana , membuka aplikasi DigiAsk selepas menandatangani naskah kerja sama, di Jakarta, Rabu (27/3). Askrindo bersama LinkAja! memperkenalkan DigiAsk untuk membayar polis Asuransi Kecelakaan Diri melalui e-wallet atau keuangan berbasis elektronik. - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
10 Juni 2019 07:57 WIB Ropesta Sitorus & Ipak Ayu H Nurcaya Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemanfaatan uang digital terus mengalami peningkatan. Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Maryono mengatakan kendati belum diluncurkan secara resmi, transaksi lewat LinkAja terus meningkat. Hal ini sejalan dengan berbagai upaya promosi yang dilakukan dengan menggandeng merchant-merchant.

Maryono yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengatakan jadwal peluncuran sistem pembayaran milik negara tersebut direncanakan pada Juni atau Juli 2019. Akan tetapi waktunya masih belum dapat dipastikan.

"Saya kira LinkAja sudah berjalan sesuai dengan rencana dan transaksinya sudah mulai meningkat. Tinggal dilakukan grand launching saja, karena sudah pernah soft launching beberapa kali, semoga ini bisa sesuai jadwal. Bu Menteri [Rini Soemarno, Menteri BUMN] inginnya ini cepat launching, kami akan persiapkan secara keseluruhan," katanya di Jakarta, Rabu (5/6).

Sementara itu, jumlah akun pengguna yang telah berhasil dimigrasikan dari sistem pembayaran yang dimiliki masing-masing perusahaan pelat merah juga meningkat.

Selain dari bank-bank Himbara seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN, LinkAja juga dimiliki oleh Telkomsel sebagai pemegang porsi saham terbesar yakni 25%, serta oleh Pertamina dan Jiwasraya masing-masing 7% dan 1%.

Peluncuran LinkAja yang dioperasikan oleh anak usaha Telkomsel, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) beberapa kali mengalami kemunduran. Terakhir kali, acara peluncuran penyedia jasa pembayaran dengan teknologi teranyar itu direncanakan pada puncak Hari Ulang Tahun BUMN ke-21 pada 20 April lalu, tapi lagi-lagi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

 

Kenaikan Top-up

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kenaikan isi ulang atau top-up saldo uang elektronik E-Money berkisar 15%-20% selama periode libur Lebaran tahun ini.

SEVP Transaction Banking and Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Thomas Wahyudi memastikan masyarakat pengguna E-Money sudah sangat mempersiapkan kebutuhan saldo E-Money guna memperlancar arus mudik dan arus balik libur Lebaran.

"Apalagi saat ini E-Toll dan E-Money sudah bisa diisi ulang hingga Rp2 juta, jadi masyarakat makin leluasa mempersiapkan jumlah dana yang diisi ulang, terutama untuk transaksi di Jalan Tol," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (7/6).

Meski demikian, Thomas memastikan perseroan tetap melakukan antisipasi lonjakan transaksi dan kebutuhan top-up selama periode Lebaran. Menurutnya, Bank Mandiri menyiapkan layanan gerak di beberapa rest area tol pada jalur mudik.

Selain itu, isi ulang E-Money juga dapat dilakukan di Mandiri ATM, Mandiri Online, Indomaret dan Alfamart, gardu tol tertentu, dan aplikasi toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. "Kami juga membuat edukasi E-Money terkait lokasi top up E-Money dan cara top up E-Money baik di media cetak dan media sosial," ujarnya.

Tahun ini perseroan memiliki target peningkatan jumlah kartu E-Money lima juta dan kenaikan transaksi 30% atau sekitar Rp16 triliun. Tahun lalu Bank Mandiri telah menerbitkan 16,4 juta kartu uang elektronik dengan akseptasi di lebih dari 45.000 merchant dan 60.000 lokasi top up.

Hingga April 2019, kartu Mandiri E-Money yang telah diterbitkan perseroan mencapai hampir 18 juta kartu dengan nilai transaksi selama Januari-April 2019 sebesar Rp4,8 triliun, dengan 89% transaksi dilakukan pada gerbang tol.

Adapun ruas jalan tol yang dapat diakses kartu Mandiri E-Money mencapai sebanyak 49 ruas, sepanjang lebih dari 1.100 km, antara lain ruas tol sepanjang Pelabuhan Merak, Banten, sampai ke Surabaya, Jawa Timur.

Sumber : Bisnis Indonesia