Donasi via Gopay Naik 70% saat Ramadan

Donasi via Gopay Naik 70% saat RamadanHead Regional Corporate Affairs GOJEK Alfianto Domy Aji mendemonstrasikan proses donasi dengan menggunakan aplikasi Gopay dalam perkenalan Gopay for Good ke masyarakat Jogja di Hotel Jayakarta, Sleman, Kamis (20/6). / Harian Jogja - Desi Suryanto
21 Juni 2019 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gopay terus mengembangkan donasi digital di Indonesia dengan memperkenalkan pemanfaatan layanan ini kepada 100 peserta dari lembaga dan yayasan nonprofit di DIY, Kamis (20/6). Selama Ramadan, penggunaan Gopay untuk donasi meningkat hingga 70% dibandingkan bulan sebelumnya. 

Head Of Regional Corporate Affairs Gojek, Alfianto Domy Aji mengatakan upaya ini merupakan bagian dari inisiatif Gopay for Good yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam membantu sesama melalui donasi digital.

“Melalui inisiatif Gopay for Good, pengguna Gopay bisa melakukan donasi ke ratusan organisasi dan rumah ibadah dengan cukup melakukan scan kode QR atau memilih Gopay sebagai metode pembayaran,” ucap Domy, Kamis (20/6).

Public Affairs Lead GO-PAY Armyn Gita mengatakan dengan membangun ekosistem digital, berdonasi dapat menjadi semakin mudah, aman, transparan, dan tepat sasaran. “Manfaat ini menjadikan donasi digital berpotensi besar untuk turut membangun Indonesia yang lebih sejahtera. Maka, Gopay pun terus berupaya untuk mengembangkan dan memaksimalkan potensi tersebut dengan memperkenalkan manfaatnya ke masyarakat yang lebih luas, termasuk masyarakat Jogja,” ujar Armyn.

Potensi donasi digital di Indonesia pun semakin terlihat dengan masyarakat yang juga semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital untuk berdonasi. Armyn menambahkan masjid yang menjadi rekan Gopay for Good bahkan mengalami kenaikan jumlah donasi yang diterima sebesar dua kali lipat setelah menerima donasi melalui platform digital dengan kode QR Gopay.

Selain itu, selama Ramadan lalu Gopay mencatat adanya peningkatan transaksi donasi digital dengan menggunakan Gopay sebesar 70% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan juga berhasil mengumpulkan lebih dari Rp11 miliar yang terkumpul melalui Kitabisa.com dan kode QR yang bisa ditemukan di berbagai masjid dan yayasan.

“Peningkatan ini menunjukkan adanya sambutan positif dari masyarakat terhadap teknologi donasi digital. Melihat hal ini, kami harap tren donasi digital dapat menjadi semakin besar dan kami ingin agar masyarakat yang lebih luas dapat merasakan manfaatnya dengan semakin terbiasa menggunakan teknologi digital untuk pengumpulan donasi,” ucapnya.

 

Kerja Sama

Gopay terus mengembangkan potensi donasi digital secara konsisten dan salah satunya dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama, yaitu untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera secara merata. Berbagai kerja sama dilakukan juga dengan harapan agar manfaat donasi dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

Kasbudit Perizinan dan Pengumpulan Direktorat PSDBS Ditjen Pemberdayaan Sosial, Kementrian Sosial, Serimika, menyambut baik adanya program Gopay ini. Dengan program ini semakin memudahkan masyarakat untuk donasi. “Dengan adanya donasi digital tepat dan cepat membantu masyarakat. Kalau pemerintah saja memang tidak mungkin,” ujarnya.

Kasi Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga, Kelembagaan Masyarakat dan Sumber Dana Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Suparmin mengatakan sebenarnya banyak yang ingin menyumbang, tetapi kesulitan atau tidak tahu aksesnya sehingga diharapkan dengan ini dapat mempermudah berdonasi dan dapat mengentaskan kemiskinan di DIY.

Digital Fundraising Manager Baznas, Hafiza Elvira Nofitariani mengatakan Baznas sebagai salah satu rekan Gopay, mengapresiasi upaya GO-PAY yang telah memudahkan masyarakat dalam berbagi kebaikan. “Baznas berterima kasih kepada Gopay yang telah memberikan fasilitas kebaikan bagi masyarakat Indonesia khususnya dalam membantu muzaki menunaikan zakat dan infak yang lebih mudah melalui QR code dan saldo Gopay, serta membantu mustahik melalui dana zakat yang dihimpun di berbagai daerah di Indonesia termasuk di DIY,” ujar Hafiza.