BI Nilai Inflasi Juni Cukup Rendah

BI Nilai Inflasi Juni Cukup RendahIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
03 Juli 2019 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki periode Lebaran pada awal Juni 2019, inflasi DIY tercatat sebesar 0,25% (month to month). Bank Indonesia melihat angka inflasi tersebut cukup rendah. 

Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Mei 2019 sebesar 0,42% (mtm). Dengan realisasi tersebut laju inflasi tahun kalender 2019 mencapai sebesar 1,74% (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 3,11% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan rendahnya inflasi Juni 2019 tersebut dapat dicapai seiring dengan penurunan tekanan dari kelompok pangan bergejolak (volatile food). "Pada kelompok tersebut mengalami deflasi sebesar -0,28 persen [mtm], jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode Mei 2019 sebesar 0,89 persen [mtm] maupun inflasi volatile food lebaran tahun 2018 sebesar 1,21 persen [mtm]," jelas dia, Selasa (2/7).

Hilman menjelaskan upaya pengendalian harga dari tim pengendalian inflasi daerah (TPID) untuk menjaga kecukupan pasokan pangan di DIY efektif dalam menekan lonjakan harga pada saat momen hari besar keagamaan nasional. Realisasi impor bawang putih sebanyak 69.507 ton hingga Mei 2019 efektif menambah jumlah pasokan di pasar, sehingga harga mengalami deflasi sebesar -21,79% (mtm).

Pada komoditas daging ayam ras, walaupun sempat mengalami lonjakan harga pada saat Lebaran di awal bulan, tetapi selanjutnya harga daging ayam terus turun hingga mengalami deflasi sebesar -3,04% (mtm). Penurunan harga daging ayam tersebut disebabkan produksi yang melebihi jumlah permintaan pasar, sehingga stok cenderung melimpah.

 

Sementara, deflasi pangan sedikit tertahan oleh komoditas cabai merah yang mengalami lonjakan harga mencapai 39,26% (mtm). Peningkatan harga tersebut dipengaruhi oleh kekeringan yang melanda di beberapa sentra produksi, sementara permintaan masih cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan perayaan idulfitri.

Dengan terjaganya komoditas pangan, sumber tekanan inflasi Juni 2019 berasal dari kelompok administered prices, utamanya pada kelompok transportasi. Lonjakan permintaan pada moda transportasi angkutan udara, angkutan antarkota dan kereta api untuk keperluan mudik mendorong adanya peningkatan harga masing-masing sebesar 5,73% (mtm), 9,66%(mtm), dan 9,34% (mtm) dibanding bulan sebelumnya. "Dari hasil pemantauan harga, lonjakan tarif transportasi diperkirakan bersifat sementara dan akan kembali stabil di bulan Juli 2019," jelas dia.

Sejalan dengan terjaganya inflasi di DIY, tekanan inflasi inti pada Juni 2019 juga terjaga, yang didukung oleh ekspektasi inflasi masyarakat yang semakin baik melalui sosialisasi dan edukasi. Hal ini tidak terlepas dari kinerja TPID yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi inflasi baik melalui  penayangan iklan layanan masyarakat untuk belanja bijak, talkshow di radio dan televisi, serta ceramah keagamaan.

"Bekerja sama dengan ISEI DIY dan MUI DIY, TPID DIY menerbitkan Buku Panduan Ceramah Pengendalian Inflasi DIY yang mulai digunakan bagi para pendakwah dan ulama untuk turut mengendalikan keinginan konsumsi berlebih," papar dia.

TPID DIY akan konsisten menjalankan program kerja sesuai roadmap pengendalian inflasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dalam upaya menjaga stabilitas harga di DIY. Selain itu, TPID DIY bersama dengan TPID Kabupaten/Kota senantiasa memperkuat koordinasi dan mencermati setiap potensi yang dapat menyebabkan terganggunya stabilitas inflasi. "Ke depan, Bank Indonesia DIY beserta TPID DIY akan terus meningkatkan sinergi untuk mencapai sasaran target inflasi pada tahun 2019 tetap rendah dan stabil, yakni dalam kisaran 3,5%±1 persen [year on year/yoy]," kata dia.