Nanamia & Eko Nugroho Kembangkan Kreativitas Anak

Nanamia & Eko Nugroho Kembangkan Kreativitas AnakSejumlah anak mengikuti kegiatan melukis pada tumbler, di Nanamia Pizzeria, Tirtodipuran, Minggu (21/7). Kegiatan ini diselenggarakan Nanamia Pizzeria bekerja sama dengan Eko Nugroho Art Class./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
22 Juli 2019 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Nanamia Pizzeria bekerja sama dengan Eko Nugroho Art Class tingkatkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, dengan workshop melukis tumbler, di Nanamia Pizzeria, Tirtodipuran, Minggu (21/7).

Marketing Nanamia Pizzeria, Tomi Syafrudin mengatakan kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada Selasa (23/7). Kegiatan ini juga rutin dan telah bekerja sama dengan Eko Nugroho Art Class selama empat tahun.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya mengajar anak-anak main di kreativitas, seni dan kepedulian pada lingkungan. Seperti visi misi kami ingin ajarkan cinta lingkungan,” kata Tomi.

Di tahun sebelum-sebelumnya, berbagai hal diajarkan pada anak-anak. Mulai dari membuat pot dari botol bekas, hingga membangun kecintaan seni dan budaya dengan batik dan membuat wayang dari kardus.

Meski saat ini anak-anak telah mengenal teknologi digital, Tomi mengharapkan anak tetap dapat mengembangkan kreativitas mereka. Misalnya dengan mengimbangi pendidikan formal dengan mengembangkan kreatifitas dan pendidikan cinta lingkungan.

Manajer Marketing Eko Nugroho Art Class, Yulandha Felicia Simanungkalit menjelaskan dalam workshop ini anak-anak dibebaskan melukis apa yang mereka mau. “Mereka berkarya dengan media yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya. Mereka bisa menggunakan botol minuman karya sendiri, jadi ada rasa bangga punya kreativitas yang melimpah dan dituangkan pada benda yang keseharian dipakai,” ucap Nanda.

Ia mengatakan kegiatan ini tidak dilombakan. Tujuannya, menanamkan pada anak tidak ada karya yang jelek. Semua punya kriteria dan karakter masing-masing. “Harapan kami anak-anak dilepaskan dari batasan-batasan ketika berkarya. Kita harus terus menerus memberi tahu kepada anak bahwa ia bisa berkreasi sesuai potensi. Semua punya potensi sendiri, anak tidak takut terhadap apa yang disampaikan orang,” katanya.