Wow, Keinginan Masyarakat Indonesia Jadi Wirausaha Terkuat se-Asia Pasifik

Wow, Keinginan Masyarakat Indonesia Jadi Wirausaha Terkuat se-Asia PasifikNur Cholifah yang akrab disapa Iffa menunjukkan beberapa desain produk tas selempang buatannya yang dilabeli dengan merek Angkle Biters. - Harian Jogja /Holy Kartika N.S
15 Agustus 2019 12:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, jOGJA - Keinginan masyarakat Indonesia untuk menjadi wirausaha ternyata merupakan yang terkuat dibanding negara lain di Asia Pasifik.

Setidaknya, itulah yang disampaikan survei perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition, yang dilakukan pada Mei hingga awal Agustus 2019 lalu.

Penelitian sendiri dilakukan di sembilan negara di Asia Pasifik yaitu Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand.

Tercatat, mayoritas responden Indonesia (96%) mengaku memiliki mimpi untuk mulai membuka usaha sendiri, disusul Filipina (92%), Thailand (89%) dan Malaysia (86%).

Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition, Andam Dewi, mengatakan bahwa tingginya semangat untuk berwirausaha di kalangan masyarakat Indonesia cukup menggembirakan. Namun, masih banyak anggapan bahwa memulai bisnis sendiri adalah hal yang sangat menakutkan bagi sebagian orang.

Misalnya, permodalan menjadi hambatan utama untuk menjalankan bisnis sendiri.

Mayoritas responden (76%), misalnya, menyatakan bahwa permodalan menjadi faktor pertimbangan utama, sedangkan 44% responden juga menganggap minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan dan pasar menjadi hambatan dalam memulai bisnisnya sendiri.

"Dari hasil survei tersebut kita dapat mengetahui dan mengamati bahwa responden di Indonesia akan berpikir matang untuk memulai bisnis baru. Tak hanya potensi penghasilan yang jelas, tapi juga perlu memikirkan biaya awal termasuk sumber dan besarannya. Meskipun demikian, memulai bisnis akan selalu datang dengan manfaat dan risikonya sendiri," kata Andam.

Untuk itu, ia melanjutkan, penting bagi para calon wirausahawan untuk menyalurkan keahlian dan pengetahuan yang tepat guna. "Hal itu membantu kita untuk memulai perjalanan kewirausahaan, sambil belajar untuk mengurangi risiko-risiko yang muncul," tutup Andam.

Sumber : suara.com