Visa Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan Pelaku Usaha

Visa Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan Pelaku Usaha Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman (kiri) berbincang dengan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan Nakertrans Kota Jogja sekaligus Wakil Ketua I Dekranasda Kota Jogja, Rihari Wulandari (kedua kiri); Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank Pasar Modal dan Edukasi Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Noor Hafid (kedua kanan) serta Financial Educator Prita Ghozie (kanan) saat Workshop II Literasi Keuangan dan Talk Show Manfaat Literasi Keuangan bagi Pelaku Usaha P
04 September 2019 09:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan pembayaran digital Visa, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) berkomitmen meningkatkan literasi keuangan bagi perempuan pelaku usaha.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan hal itu diwujudkan dengan kembali menggelar program Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak. "Kegiatan ini merupakan sebuah program yang mengedukasi perempuan untuk berbagi pengetahuan seputar manajemen keuangan," ujar dia di sela-sela workshop di Roaster and Bear, Jogja, Selasa (3/9).

Ia mengungkapkan memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, workshop kali ini diselenggarakan di Jogja menyasar para pelaku usaha perempuan di bawah naungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jogja. Workshop tersebut mengedukasi seputar pengetahuan manajemen keuangan yang mendasar.

Selain itu, workshop tersebut juga mengedukasi agar perempuan pelaku usaha cerdas dalam mengakses produk atau layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kemampuan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemahaman akan perlindungan konsumen dalam mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan. “Kami senang bisa bekerja sama dengan OJK dan BI untuk memperluas program #IbuBerbagiBijak tahun ini, dengan menggandeng para perempuan pelaku usahk dan Komunitas UMKM," terang dia.

Ia meyakini para pelaku usaha tersebut merupakan salah satu pihak yang dapat berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di masa mendatang. "Workshop kali ini juga kami gelar di Jogja mengingat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dan kewirausahaan," terang dia.

Diluncurkan pada Juni 2017, program #IbuBerbagiBijak telah menjangkau lebih dari 300.000 perempuan di seluruh Indonesia. Kepala Bidang UKM, Dinas Koperasi, UKM, dan Nakertrans Kota Jogja Rihari Wulandari mengatakan sebagai pihak yang lekat pada bidang wirausaha, ia merasa sangat terbantu dengan adanya program #IbuBerbagiBijak ini. "Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi karena kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Apabila dalam berkreasi membuat usaha rumahan tidak disertai pengetahuan dan pemahaman literasi keuangan yang baik, maka keuntungan yang didapat tidak akan maksimal, bahkan bisa saja mengakibatkan cashflow yang berantakan," terang dia.

Ia pun mengaku berterima kasih kepada Visa karena sudah melibatkan kami di program #IbuBerbagiBijak yang sarat manfaat, bukan hanya untuk keuangan usaha tetapi juga keuangan keluarga. Ia mengungkapkan di Jogja ada sekitar 24.000 pelaku UMKM dan sekotar 6.000 UMKM sudah memiliki izin usaha perdagangan (IUP). "UMKM Jogja merupakan usaha yang kuat karena saat krisis moneter bisa bertahan dan berkembang. Dengan semakin maju usaha UMKM, diiringi dengan digitalisasi mulai dari izin hingga penjualan, maka pelaku usaha harus memahami digital," terang dia.

Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal, dan Efek OJK DIY Noor Hafid mengatakan peningkatan edukasi dan  literasi keuangan sangatlah penting sehingga ke depannya tercapai inklusi keuangan. "Kalau meningkat harapannya kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Untuk inklusi keuangan, Jogja rangking kedua setelah Jakarta. Inklusi keuangannya cukup tinggi. Hal ini dimungkinkan karena Jogja merupakan Kota Pariwisata dan Kota Pendidikan," jelas dia.

Turut hadir dalam workshop Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak ini yakni Financial Educator Prita Ghozie.