10 Wirausahawan DIY Lolos Seleksi Regional DSC|X

10 Wirausahawan DIY Lolos Seleksi Regional DSC|XRegional selection Diplomat Success Challenge (DSCX). Ist - Wismilak Foundation.
21 September 2019 10:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 10 wirausahawan dari DIY lolos dalam seleksi regional kompetisi kewirausahaan Diplomat Success Challenge (DSC|X).

Perhelatan akbar kompetisi kewirausahaan DSC|X ke-10 tahun 2019 yang digagas oleh Wismilak Foundation telah menyelenggarakan Regional Selection di Surabaya pada 14 September 2019 dan di DIY pada 17 September 2019. Hasilnya, dewan juri DSC|X telah memilih masing-masing 10 peserta yang lolos seleksi tersebut.

Sebanyak 10 peserta yang lolos Regional Selection di Surabaya adalah Tama Lobster, REXIC, PARERA, Kirinyuh Center, Digital Lontar Nusantara, Weedo.id, IniTempe, Kuy.id, Apel Celup, dan Letsplay.id. Sementara, 10 peserta yang lolos Regional Selection di Yogyakarta adalah Sweet Sundae, LaRisso, SPD Speedometer, Kerang Sang Raja, Astrobike, Hollicious, Bear Wang Apparel, Tekat Indonesia, Beehive Agriculture, dan Asdosku.

Andina Paramitha selaku juri DSC|X untuk Regional Selection Surabaya mengungkapkan semua proposal peserta tergolong bagus. “Mereka sangat antusias dengan menjelaskan ide-idenya secara detail mulai dari menjelaskan suatu problem beserta solusinya hanya dengan waktu 5 menit,” kata Andina yang juga CEO Ngalup.co (Coworking Space) dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (19/9/2019).

Bagi dia, proposal Tama Lobster dan REXIC sangat menarik. Tama Lobster ingin mengembangkan satu lahan besar untuk lebih banyak membudidayakan lobster karena tingginya permintaan, salah satunya dari Tiongkok. Mereka juga bermitra dengan beberapa pembudidaya lobster lainnya.

Sementara, REXIC mengumpulkan sampah-sampah organik dari hotel, rumah makan, dan lain-lain untuk diolah dan ditata secara vertikal, sehingga menghasilkan ulat. “Ulat-ulat tersebut dibudidayakan sebagai pangan ikan lele,” ujarnya.

Kemudian, Agra Locita yang merupakan juri DSC|X untuk Regional Selection Yogyakarta mengatakan salah satu peserta yang menarik dari 10 peserta terbaik adalah SPD Speedometer. "Sebab, belum banyak yang membuat dan mereka sudah punya teknologinya. Punya prospek untuk bisa di-follow up oleh Astra,” tutur dia.

Selain itu, ada peserta yang menciptakan drone untuk pertanian. Mereka berasal dari Solo, tetapi lama kuliah di luar negeri. Mereka merupakan anak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang mendapatkan beasiswa dan kembali ke Indonesia membawa teknologi.

“Ada lagi ide, yaitu Asdosku, mereka membuat platform untuk mahasiswa yang ingin mendapatkan side job untuk membantu dosennya,” ujarnya.

Agung Nugroho yang juga juri DSC|X untuk Regional Selection Yogyakarta, menambahkan DSC tahun ini sangat menarik karena peserta yang berpartisipasi memiliki ide-ide yang luar biasa. Salah satunya Astrobike, mereka dapat membuat sepeda listrik berbasis smartphone dan dapat mengubah sepeda konvensional menjadi sepeda listrik melalui astrobike kits yang kedepannya tidak hanya dapat digunakan untuk sepeda saja.

“Karena DSC sudah terselenggara selama 10 tahun, jadi mereka yang mengikuti cerita DSC sebelumnya mulai berani membuat ide yang menurut orang lain tidak masuk akal, namun mereka membuat jadi masuk akal,” kata Agung yang juga CEO Ultra Indonesia.

Sementara itu, untuk selanjutnya, DSC|X akan menggelar Regional Selection di Semarang pada 21 September 2019, di Jakarta pada 26 September 2019, dan di Bandung pada 1 Oktober 2019. Setelah itu, 100 proposal terbaik akan kembali diuji di babak National Selection di Jakarta dan Surabaya pada awal hingga pertengahan Oktober 2019. Sebanyak 20 finalis yang dihasilkan dari babak tersebut berhak maju dan mempersiapkan dirinya di ajang Incubation Session.

Incubation Session merupakan fase pembekalan pengetahuan dan pendalaman kepada peserta yang lolos National Selection. Sesuai rencana, Incubation Session akan berlangsung di Jakarta pada akhir Oktober 2019, sebelum tampil di Final Day yang akan digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 16-17 November 2019.

Milenial Dominan

Ajang DSC|X ini berhasil meraih antusiasme tinggi dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara online pada 15 Mei lalu. Hingga batas waktu penyerahan proposal pada 17 Agustus 2019, Dewan Komite DSC|X menerima sebanyak 12.500 proposal bisnis rintisan.

Dominasi kaum milenial dalam kompetisi kewirausahaan itu begitu kuat, karena sekitar 80% peserta berasal dari rentang umur 20-35 tahun. Sementara itu, daerah asal peserta masih didominasi oleh Pulau Jawa dan Sumatra, di mana porsinya mencapai 90%.

Dari seluruh proposal yang masuk tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam 7 kategori bisnis, yaitu Agrobisnis, Food & Beverage, Kriya &Fashion, Startup Digital, Teknologi Terapan, Services, dan kategori lain-lain.

Ajang DSC|X yang penyelenggaraannya berkolaborasi dengan Coworking Indonesia sebagai strategic partner ini memberikan edukasi, bimbingan dan pendampingan, serta kesempatan untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan sesama peserta.